Tuesday, October 20, 2015

Kompas, Edisi, Selasa, 20 Oktober 2015

Kompas, Edisi, Selasa, 20 Oktober 2015

Presiden Joko Widodo:

Inilah yang Harus Dilakukan


Sejak dilantik pada 20 Oktober 2014, Presiden Joko Widodo langsung bekerja. Presiden Jokowi hampir tak pernah melupakan blusukannya ke sejumlah daerah dan pelosok.

Kepergiannya tak hanya untuk melihat kondisi di daerah, tetapi juga mendengarkan masukan warga, sebelum menyusun kebijakan. Di sela-sela tugasnya, Presiden adakalanya memenuhi undangan berbagai pertemuan regional ataupun internasional. Hingga kini tercatat lebih dari 220 daerah di negeri ini yang dikunjungi Presiden.

Menjelang satu tahun pemerintahannya, seusai shalat Jumat (16/10), Presiden Jokowi menerima wawancara khusus Pemimpin Redaksi Kompas Budiman Tanuredjo di serambi belakang dan di pelataran Istana Merdeka. Inilah sebagian hasil wawancaranya.


Kebakaran Gunung Lawu

Tujuh Orang Tewas dan Dua Orang Kritis


MAGETAN, KOMPAS — Kebakaran masih melanda kawasan hutan di Gunung Lawu, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Senin (19/10) malam. Tim pemadam kesulitan menjinakkan api karena medan yang terjal, angin kencang, dan sisa bara api yang mudah tersulut kembali.

Kebakaran itu mengakibatkan tujuh orang tewas dan dua orang kritis karena mengalami luka bakar serius. Dari tujuh korban tewas, baru empat orang yang dapat diidentifikasi. Mereka adalah Awang Feri (20), Rita Septi (14), serta Sumarwan (45) dan anaknya, Nanang Setyo Utomo (17).

Keempat korban berasal dari Kabupaten Ngawi. Adapun korban meninggal yang belum teridentifikasi sebanyak tiga orang, terdiri dari dua laki-laki dan satu perempuan. Mereka kemungkinan terjebak kobaran api di tengah gunung yang terjal.

Tim Identifikasi Korban Bencana Kepolisian Daerah Jawa Timur masih berupaya mengidentifikasi korban. Mereka mendirikan posko antemortem untuk mengumpulkan data dari keluarga yang mungkin kehilangan anggota keluarganya.



Satu Tahun Jokowi-Kalla

Mencermati Arah Penurunan Apresiasi


Berlangsungnya "pengadilan" politik publik terhadap satu tahun usia pemerintahan seolah menjadi momok bagi siapa pun presiden yang tengah berkuasa. Dalam kurun itu, lebih banyak presiden yang terperangkap dalam fenomena arus penurunan apresiasi ataupun ekspektasi publik.

Sekadar contoh adalah peristiwa yang berlangsung di Amerika Serikat. Survei opini publik yang dilakukan Gallup mengungkapkan, sebagian besar presiden yang berkuasa di negara itu tidak mampu terhindar dari tren penurunan apresiasi publik dalam satu tahun usia pemerintahan. Nama-nama tenar presiden AS, mulai dari era kepemimpinan Harry Truman (1945-1953), Lyndon Johnson (1963-1969), Gerald Ford (1974-1977), Jimmy Carter (1977-1981), Ronald Reagan (1981-1989), periode pertama Bill Clinton (1993-2001), hingga Barack Obama (2009-kini), tidak lepas dari kondisi itu. Hanya John F Kennedy (1961-1963) dan George HW Bush (1989-1993) yang berhasil lolos dari fenomena ini.

Penilaian masyarakat Inggris terhadap perdana menterinya pun tak jauh berbeda. Kecuali Tony Blair (1997- 2007) yang mampu menjaga sentimen positif, publik lebih banyak menyatakan ketidakpuasan terhadap perdana menteri mereka saat setahun pemerintahannya. Rekaman hasil survei Ipsos MORI menunjukkan, pada era Margaret Thatcher (1979-1990), John Major (1990-1997), Gordon Brown (2007-2010), dan David Cameron (2010-kini), terjadi penurunan apresiasi setelah satu tahun usia pemerintahan berlangsung.