Saturday, October 18, 2014

Kompas, Edisi, Sabtu, 18 Oktober 2014

Kompas, Edisi, Sabtu, 18 Oktober 2014

Jokowi-Prabowo Beri Optimisme

Persatuan Bangsa Terjalin Kembali


JAKARTA, KOMPAS — Pertemuan presiden terpilih Joko Widodo dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, yang juga rivalnya dalam Pemilu Presiden 2014, melahirkan optimisme baru. Pertemuan itu menunjukkan, ketegangan politik telah mencair dan persatuan bangsa terjalin kembali.

Pertemuan Prabowo dan Joko Widodo, Jumat (17/10), berlangsung penuh keakraban di kediaman keluarga Prabowo di Jalan Kertanegara Nomor 4, Jakarta. Ini merupakan pertemuan pertama kedua orang itu seusai bertarung di kancah Pemilu Presiden 2014.

Dalam pertemuan itu, Prabowo mengucapkan selamat kepada Joko Widodo dan menyampaikan akan berusaha keras untuk datang ke acara pelantikan Joko Widodo-Jusuf Kalla, 20 Oktober mendatang.

Rekonsiliasi nasional

Pasar Kian Yakin pada Pemerintahan Baru


JAKARTA, KOMPAS — Respons positif di lantai Bursa Efek Indonesia terjadi sejak awal perdagangan ketika tersiar kabar akan ada pertemuan Joko Widodo-Prabowo Subianto, Jumat (17/10). Padahal, Indeks Harga Saham Gabungan sempat turun ke level terendah, yaitu 4.953,49, saat perdagangan berlangsung 37 menit sebelum kemudian berbalik arah hingga penutupan. Kondisi ini membuat investor makin yakin dengan masa depan pemerintahan baru.

Indeks pun kembali menembus level psikologis 5.000. Pada akhir perdagangan, indeks naik 77,33 poin (1,56 persen) ke level 5.028,95. Perdagangan lebih ramai daripada biasanya dengan nilai mencapai Rp 8,05 triliun.

Perdagangan didominasi investor domestik dengan angka persentase sebesar 55 persen. Di tengah perburuan saham investor domestik, investor asing mencatat penjualan bersih sebesar Rp 691 miliar sehingga menyisakan pembelian bersih Rp 42,36 triliun jika dilihat sejak awal tahun ini.

PELANTIKAN Presiden

Bu Noto yang Apa Adanya


 AKTIF , mandiri, dan sederhana. Itulah kesan yang muncul dari sosok Sudjiatmi Notomihardjo (72). Penampilan dan pembawaannya tetap apa adanya seperti biasa. Begitu pula suasana di rumahnya. Dua hari lagi, anak sulungnya, Joko Widodo, akan dilantik sebagai presiden ketujuh RI.

Sehari menjelang keberangkatannya ke Jakarta, perempuan yang akrab disapa Bu Noto ini masih jalan kaki keliling Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (17/10) pagi. Kostumnya berupa seragam kaus hitam dan celana panjang hitam yang dipadu kerudung ungu dan sepatu kets putih buatan dalam negeri. Langkahnya cepat yang menunjukkan ia terbiasa berolahraga dan cukup bugar untuk orang seusianya.

Jalan kaki pada Jumat pagi adalah acara rutinnya setiap pekan. Begitu juga pengajian setiap Kamis malam, yang digelar di rumahnya di Kelurahan Sumber, Banjarsari, Solo. Hanya saja, pengajian malam itu diikuti kerabat, tetangga, anak yatim piatu, serta santri dan kiai dari sejumlah pondok pesantren.