Wednesday, July 25, 2012

Kompas, Edisi, Rabu, 25 Juli 2012

Kompas, Edisi, Rabu, 25 Juli 2012
Kompas, Edisi, Rabu, 25 Juli 2012


Jaksa atas terdakwa Miranda Swaray Goeltom mesti teliti dalam menyusun penuntutan. Jika tuntutan tidak sistematis dan logis, apalagi jika logika hukum jaksa tidak sampai pada ketentuan perubahan pasal gratifikasi ke suap, hal itu bisa menjadi blunder bagi jaksa. | 24 Juli 2012 | hal 3


Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) segera membentuk Bawaslu Provinsi untuk mengantisipasi dimulainya tahapan pemilu pada Agustus mendatang. Bawaslu meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan seluruh gubernur untuk mendukung pembentukan Bawaslu Provinsi tersebut. | 24 Juli 2012 | hal 5


Status kawasan Puncak, Bogor terancam dihapus--Kalah awu oleh vila-vila milik pejabat dari Jakarta | 24 Juli 2012 | hal 6


Komisi Pemberantasan Korupsi memerintahkan pencegahan Emir Moeis ke luat negeri. Emir adalah anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Selain Emir, KPK juga mencegah dua nama lain dari pihak swasta, Zuliansyah Putra dan Reza Roestam. | 24 Juli 2012 | hal 15


Kemajuan dan perkembangan batik tidak diimbangi dengan regenerasi para pembatik, terutama karya seni batik tulis. Sangat minimnya regenarasi menjadikan jumlah perajin batik semakin lama sedikit dan hanya didominasi oleh kalangan lanjut usia. | 24 Juli 2012 | hal 19


Mantan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Thamrin Podungge dinyatakan buron oleh Kejaksaan Tinggi Gorontalo. Thamrin adalah tersangka korupsi pengadaan alat kesehatan tahun 2004 dan 2005 yang merugikan keuangan negara lebih dari Rp 2,57 miliar. | 24 Juli 2012 | Hal 21


Penyelundupan gula putih asal Malaysia ke Kalimantan Barat dilakukan secara terorganisasi. Indikasinya, terjadi dalam jumlah besar, terus-menerus, dan gula asal Malaysia itu menguasai pasar Kalbar. | 24 Juli 2012 | Hal 24


Sebuah benda meledak di halaman belakang kantor harian Haluan Kepri, Selasa (24/7), di Batam, Kepulauan Riau. Tidak ada korban jiwa ataupun luka dalam peristiwa itu. Insiden itu merupakan yang kedua setelah kejadian serupa pada 2008. | 24 Juli 2012 | hal 24


Menjadi Duta Unicef membuat aktor Ferry Salim (45) sering bepergian ke sejumlah tempat di Tanah Air untuk mengunjungi puskesmas dan posyandu di pedalaman. Tugas sebagai duta pada Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Anak-anak, antara lain, mengadvokasi masyarakat tentang hak anak dan perempuan. | 24 Juli 2012 | hal 32