Thursday, July 26, 2012

Kompas, Edisi, Kamis, 26 Juli 2012

Kompas, Edisi, Kamis, 26 Juli 2012
Kompas, Edisi, Kamis, 26 Juli 2012


Puluhan keluarga di Kota Padang, Sumatera Barat, kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang pada Selasa (24/7) malam. Banjir juga merusak empat jembatan dan fasilitas umum lainnya. Sebagian permukiman warga hingga Rabu masih terisolasi. | 26 Juli 2012 | hal 1

Pemerintah memfasilitasi impor kedelai dan juga membebaskan bea masuk komoditas itu hingga akhir tahun. Untuk itu harga kedelai seharusnya segara turun. Akan tetapi cara ini dikritik karena merupakan solusi instani. Produksi kedelai dalam negeri harus ditingkatkan. | 26 Juli 2012 | hal 1

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku telah menyampaikan kepada BPK, BPKP, PPATK, Kepolisian, Kejaksaan, dan secara tidak langsung kepada KPK agar serius mencegah korupsi di lima sektor yang diprioritaskan Presiden. Kerja sama perlu dilakukan tanpa harus berebut popularitas. | 26 Juli 2012 | hal 2

Partai politik harus membangun loyalitas kepada ideologi, cita-cita, dan perjuangan untuk menjalankan amanat rakyat. Banyaknya politisi yang pindah partai dikhawatirkan dapat menggerogoti loyalitas pada partai, ideologi, dan perjuangan untuk rakyat. | 26 Juli 2012 | hal 2

Ketua Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Izedrik Emir Moeis diduga menerima suap dari PT Alstom selaku pemenang tender pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Tarahan, Lampung. | 26 Juli 2012 | hal 3

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dinilai tidak memiliki perhatian dan komitmen yang kuat untuk menyelesaikan kasus-kasus dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang berat. | 26 Juli 2012 | Hal 4

Presiden: Transformasi Indonesia belum selesai---- Akan ada album baru ya, Pak? | 26 Juli 2012 | hal 6

Artis Arzeti Bilbina (37) selalu tak tahan godaan untuk membeli baju anak yang lucu-lucu. Tak jarang, ibu tiga anak ini harus mengerem keinginannya untuk membeli baju anak. | 26 Juli 2012 | Hal 32