Sunday, July 22, 2012

Kompas, Edisi, Minggu, 22 Juli 2012


Kompas, Edisi, Minggu, 22 Juli 2012
Kompas, Edisi, Minggu, 22 Juli 2012
Ada tiga warga Indonesia yang juga menjadi korban penembakan di bioskop Century, Colorado, Amerika Serikat. Mereka adalah Anggiat M Situmeang (45) yang terluka memar. Sementara istrinya Rita Paulina Situmenang (45) dan anak mereka Prodeo Et Patria Situmeang (15) terluka tembak. | 22 Juli 2012 | hal 1

Konflik antara warga dan aparat, pemerintah, atau swasta terkait penguasaan lahan sulit mereda karena mereka yang kehilangan tanah merasa kehilangan identitas. Masyarakat akan merebut identitasnya lagi. Di sisi lain, pemerintah lamban menangani persoalan ini. | 21 Juli 2012 | hal 1

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dinilai tidak bisa lepas dari situasi terkunci di antara konstelasi elite yang saling sandera. Tanpa terobosan kebijakan dan tindakan nyata, himbauannya akan selalu diabaikan. | 22 Juli 2012 | Hal 2

Pada detik-detik terakhir keberangkatan, keberuntungan diperoleh kontingen Indonesia yang akan berlaga di Olimpiade 2012 London, pekan mendatang. Putu Adesta Wiradamungga, judoka nomor satu nasional kelas -81 kilogram putra, akan memperkuat Indonesia di London. | 22 Juli 2012 | hal 5

"Istri saya langsung dikumpulkan dengan pegawai kelurahan lainnya ketika incumbent tidak menang. Semua ditegur dan diminta untuk menyukseskan pasangan yang kalian sudah taulah," ujar seorang suami menceritakan pengalaman istrinya sebagai birokrat Jakarta selepas Pilkada DKI putaran pertama. | 22 Juli 2012 | hal 11

Memasuki tahun kelima, ART|JOG|12 kian berkibar. Konsep pasar seni yang unik, yang membuka peluang bagi perupa siapa pun untuk turut diseleksi kurator, membuat perhelatan ini semakin menjadi magnet bagi para perupa ataupun pemburu karya seni untuk saling bersua. | 22 Juli 2012 | Hal 21

Nadya Hutagalung menjadi ikon mode dan kecantikan. Tapi gaya hidupnya begitu membumi. Ia membeli sebuah tas hanya setiap dua tahun. Baju dan sepatu yang sama dipakainya selama bertahun-tahun. ”Glamor oke saja, tapi buat saya enggak penting.” Ah! | 22 Juli 2012 | hal 25

Piringan hitam atau PH tidak lagi diproduksi di Indonesia sejak tahun 1985. Namun, keping PH tak tertelan masa. Ia menjadi buruan bagi pencintanya yang ingin memutar masa lalu. | 22 Juli 2012 | Hal 32