Monday, June 18, 2012

Kompas, Edisi, Senin, 18 Juni 2012


Kompas, Edisi, Senin, 18 Juni 2012
Kompas, Edisi, Senin, 18 Juni 2012


Partai politik terus menggalang dana untuk menghadapi pemilihan umum 2014. Salah satunya dengan cara mengutip iuran dari kader partai yang menjadi kepala daerah dan wakil rakyat. Bahkan ketua parpo bisa dijadikan mesin uang |18 Juni 2012| hal 1

Gelombang kekerasan terus terjadi di Suriah, Minggu (17/6), sehari setelah Misi Pengawasan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Suriah (UNSMIS) menghentikan operasinya di negara tersebut. Suriah dianggap memasuki ”titik kritis” |18 Juni 2012| hal 1

Nasib Partai Demokrat di Pemilu 2014 ditentukan oleh Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono. Jika tidak ingin meng- ambil risiko dan ingin menyenangkan banyak pihak, Partai Demokrat terancam menjadi partai tengah |18 Juni 2012| hal 2

Komisi Pemberantasan Korupsi harus bisa mengungkap jaringan politik di sekitar tersangka Neneng Sri Wahyuni untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi pengadaan pembangkit listrik tenaga surya di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi |18 Juni 2012| hal 3

Kondisi kota Abepura, Papua, pulih lagi, Minggu, pasca-amuk massa di Waena pada Kamis (14/6). |18 Juni 2012| hal 4

Di tengah masih karut-marutnya penegakan hukum di negeri ini, dua lembaga yang relatif baru, yakni Komisi Pemberantasan Korupsi dan Mahkamah Konstitusi, justru lebih banyak memenuhi harapan publik |18 Juni 2012| hal 5

Penyanyi Iwan Fals (50) mengaku seakan kembali pada masa muda ketika menggarap soundtrack film remaja berjudul Mama Cake |18 Juni 2012| hal 32

Kubu Italia gundah-gulana. Kemenangan seberapa pun besarnya atas Irlandia di Poznan, Senin (18/6), tidak ada artinya alias tidak meloloskan mereka ke perempat final Piala Eropa. Itu terjadi jika Spanyol dan Kroasia yang bertanding di Gdansk dalam waktu bersamaan, imbang 2-2 |18 Juni 2012| hal 31