Friday, June 15, 2012

Kompas, Edisi, Jumat, 15 Juni 2012


Kompas, Edisi, Jumat, 15 Juni 2012
Kompas, Edisi, Jumat, 15 Juni 2012


Dua warga negara Malaysia, Mohammad Hasan bin Khusi dan Azmi bin Muhammad Yusof, ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi. Mereka diduga terlibat membantu proses pelarian tersangka Neneng Sri Wahyuni. KPK juga menetapkan keduanya sebagai tersangka karena menghalangi penyidikan terhadap Neneng. | 15 Juni 2012 | hal 1

Posisi Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum semakin terancam. Meskipun secara resmi masih menjabat sebagai ketua umum, Anas terpinggirkan dari interaksi sesama elite serta pendiri Partai Demokrat.Hal itu terlihat setelah Anas tak dilibatkan dalam pertemuan dewan pimpinan daerah serta Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat. | 15 Juni 2012 | hal 2

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Jumat (15/6) ini, memulai kunjungan kerja ke tiga negara di Amerika Selatan. Presiden akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi negara kelompok G-20 ke-7 di Meksiko, menghadiri KTT Rio+20 di Brasil, dan kunjungan kenegaraan ke Ekuador. | 15 Juni 2012 | hal 2

Komisi Pemberantasan Korupsi yakin mafia pajak terkait kasus dugaan penyuapan restitusi pajak PT Bhakti Investama ada di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan. Untuk mengungkapnya, KPK memeriksa empat pegawai Ditjen Pajak, Kamis (14/6). | 15 Juni 2012 | Hal 3

Diintai sejak di Malaysia, Neneng Sri Wahyuni tertangkap di Jakarta ---- Kisah teringkusnya bak sinetron! | 15 Juni 2012 | hal 6

Kekayaan Fauzi Bowo dan Faisal Basri, terbesar dan terkecil --- Modal niat sama, modal duit beda! | 15 Juni 2012 | hal 6

Kisruh harga gas dan kepastian pasokan gas kian panas. Pertemuan Menteri Perindustrian MS Hidayat dan Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk Hendi Prio Santoso di Kementerian Perindustrian di Jakarta, Kamis (14/6), tidak membuahkan hasil. | 15 Juni 2012 | Hal 18

Hari Suwandi (44), korban lumpur Lapindo dari Desa Kedungbendo, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (14/6), memulai aksinya berjalan kaki menuju Jakarta. Aksi itu dilakukan untuk mendesak pemerintah dan pemilik Lapindo Brantas Inc segera menyelesaikan persoalan korban lumpur. | 15 Juni 2012 | Hal 21

Komisi Pemberantasan Korupsi mengingatkan para calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta agar membangun integritas. Dari sejumlah kasus korupsi yang ditangani KPK yang melibatkan kepala daerah, hal itu bermula dari proses politik yang tidak jujur. | 15 Juni 2012 | Hal 27