Tuesday, June 19, 2012

Kompas, Edisi, Selasa, 19 Juni 2012


Kompas, Edisi, Selasa, 19 Juni 2012
Kompas, Edisi, Selasa, 19 Juni 2012


Biaya politik yang tinggi membuat partai politik membutuhkan dana yang cukup besar, terutama untuk kampanye dan merawat konstituen. Biaya Pemilu 2014 pun diperkirakan lebih mahal daripada Pemilu 2009, terlebih setelah sistem pemilu makin terbuka serta ideologi dan pragmatisme masyarakat makin cair. Biaya politik yang tinggi itu juga diduga menjadi salah satu penyebab maraknya korupsi. | 19 Juni 2012 | hal 1

Setelah lama vakum, Partai Golkar mulai memanaskan mesin politiknya dari kalangan ulama. Diharapkan semakin banyak kalangan ulama yang menyerahkan aspirasi kepada partai berlambang pohon beringin ini. | 19 Juni 2012 | hal 2

Komisi Yudisial meminta Mahkamah Agung memindahkan empat hakim tindak pidana korupsi di Pengadilan Tipikor Semarang. Keempat hakim itu diduga kuat melanggar Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim ketika menangani sejumlah kasus korupsi. | 19 Juni 2012 | Hal 5

Malaysia klaim tari tortor Melayu miliknya---Negara giat berburu identitas! | 19 Juni 2012 | hal 6

Mantan Duta Besar RI untuk Malaysia Da’i Bachtiar menuturkan, selama bertugas di Malaysia 2008-2011, ia mengamati Pemerintah Malaysia serius mengembangkan kesenian tradisional. Kesenian itu dipentaskan pula dalam acara-acara kenegaraan. | 19 Juni 2012 | hal 12

Sekelompok pakar dari Riset Kanker Internasional (IARC), lembaga di bawah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menyatakan, asap mesin diesel bisa menyebabkan kanker. Lebih spesifik kanker paru dan tumor kandung kemih. Ini berdasarkan penelitian pada pekerja berisiko tinggi, seperti pekerja tambang, pekerja kereta api, dan sopir truk. | 19 Juni 2012 | Hal 14

Gangguan keamanan di Papua selama tiga tahun terakhir tak hanya dipicu maraknya aksi kekerasan bersenjata yang hingga kini belum diusut tuntas aparat. Konflik antarwarga Papua sendiri amat rawan menelan korban jiwa seperti yang terjadi Senin (18/6). | 19 Juni 2012 | hal 15

Selimut beton pada beberapa tiang pancang Tol Wiyoto Wiyono di kawasan kolong tol di Papanggo, Jakarta Utara, keropos hingga tampak jalinan besi beton di dalamnya. Kerusakan itu diduga akibat tangan jahil dan pembakaran sampah di kolong tol. | 19 Juni 2012 | hal 25