Friday, July 31, 2015

Kompas, Edisi, Jumat 31 Juli 2015

Kompas,Edisi, Jumat, 31 Juli 2015

111.000 Ha Lahan Kekeringan

Empat PLTA di Kebumen Berhenti Beroperasi


SIDOARJO, KOMPAS — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, lahan yang mengalami kekeringan pada Januari-Juli 2015 sekitar 111.000 hektar dan yang gagal panen sekitar 8.000 ha. Luas lahan yang kekeringan itu berkurang dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sekitar 200.000 ha dengan puso 35.000 ha.

Penurunan luas lahan yang mengering, bahkan puso, itu diklaim karena pemerintah melakukan antisipasi sejak dini dengan memperbaiki dan membangun saluran irigasi untuk 1,3 juta hektar. Pemerintah juga mendistribusikan mesin pompa air kepada petani.

"Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap kekeringan yang melanda lahan pertanian. Pemerintah melakukan upaya pengendalian secara maksimal sehingga tidak akan berdampak signifikan terhadap produksi pangan nasional," ujar Amran saat panen kedelai dan padi di Desa Kalimati, Kecamatan Tarik, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (30/7).

MUSIBAH MH370

Malaysia Berharap Misteri Bisa Terjawab


PARIS, KAMIS — Temuan potongan pesawat yang diduga bagian pesawat Malaysia Airlines MH370 diharapkan membuka misteri yang belum terkuak. Menteri Transportasi Malaysia Liow Tiong Lai, Kamis (30/7), berharap jawaban bisa diperoleh sesegera mungkin.

Sebuah potongan pesawat, diduga berasal dari sayap pesawat MH370, ditemukan di Kepulauan Reunion, timur Madagaskar, Samudra Hindia. "Pecahan apa pun yang ditemukan perlu diselidiki lebih lanjut sebelum bisa dipastikan apakah puing itu milik MH370," kata Liow.

Sehari sebelumnya telah ditemukan sebuah koper. Namun, tak seorang pun memberikan perhatian lebih hingga potongan pesawat ditemukan. Bagian koper termasuk kancing tarik yang masih tertutup.

"Sungguh sangat aneh, saya gemetar," kata Johnny Begue, petugas kebersihan lokal yang menemukan puing itu di pesisir pantai Saint-Andre, Rabu pagi.

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dalam blog pribadinya menulis, potongan pesawat itu akan dikirim ke Toulouse, Perancis, untuk diperiksa. Badan investigasi kecelakaan pesawat Perancis, BEA, Kamis, mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan otoritas Malaysia dan Australia untuk mengungkap persoalan tersebut.


KESEJAHTERAAN DAERAH

Dari Sepotong Jembatan di Lanny Jaya


Senin (27/7) siang, Nasmi Elda Syafrina (26), guru garis depan asal Padang, Sumatera Barat, seharusnya sudah berada di lokasi penempatannya di SMP di Tiomneri, Kabupaten Lanny Jaya, Papua. Esoknya, ia harus mulai mengajar. Namun, itu tertunda. Jembatan kayu kecil penghubung Tiom-Tiomneri putus.

Saat itu, hujan memutus jembatan kayu. Beberapa balok kayu patah dan sebuah truk terperosok ke dalam sungai.

Jembatan tersebut berjarak 10 menit menyusuri jalan berbukit dari Tiom, ibu kota Kabupaten Lanny Jaya. Jarak Tiom ke Tiomneri sekitar 30 menit menggunakan kendaraan.

Elda, guru mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan itu, sebenarnya sudah menunggu hari pertama mengajar. Dua pekan sebelumnya, dia tiba dari Wamena, Jayawijaya. Apa daya, karena jembatan putus, ia harus bersabar. Demikian pula para calon anak didiknya.