Friday, August 5, 2016

Kompas Edisi Jumat 5 Agustus 2016

Kompas Edisi Jumat 5 Agustus 2016
Kompas Edisi Jumat 5 Agustus 2016

Menkeu Yakinkan Fiskal Terjaga

Kementerian Mulai Potong Anggaran


JAKARTA, KOMPAS — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meyakinkan bahwa pihaknya akan menjaga stimulus fiskal di tengah tekanan atas pendapatan negara. Mitigasi dilakukan terhadap pendapatan, belanja, dan pembiayaan. Orientasinya adalah prioritas pembangunan sesuai rencana.

Prioritas yang dimaksud adalah pengentasan rakyat dari kemiskinan, pengurangan ketimpangan ekonomi, dan penciptaan lapangan kerja. Untuk itu, pembangunan infrastruktur dan usaha menarik investasi menjadi agenda utama. Hal tak kalah penting adalah terus menjalankan program jaring pengaman sosial, kesehatan, dan pendidikan.

"Saya yakin bisa (menjaga stimulus ekonomi) karena tak memotong anggaran infrastruktur. Hal-hal yang sudah dikontrakkan tidak akan diganggu," kata Sri Mulyani menjawab pertanyaan wartawan di sela-sela acara penutupan Forum Ekonomi Islam Dunia (WIEF) Ke-12 di Jakarta, Kamis (4/8).


Pemberantasan Narkoba

Momentum Perkuat Pengawasan Internal


JAKARTA, KOMPAS — Informasi tentang jaringan bandar narkoba Freddy Budiman di tubuh penegak hukum yang disampaikan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan Haris Azhar seyogianya dijadikan momentum untuk memperkuat pengawasan internal.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir berharap aparat penegak hukum mengikuti arahan Presiden Joko Widodo agar mengusut informasi yang disampaikan Haris sampai tuntas. "Presiden mengatakan, apa pun yang terjadi, kalau layak untuk diusut, ya harus diusut," ujar Haedar, Kamis (4/8), di Jakarta.

Haris Azhar mengatakan, tak ada niat untuk menjelek-jelekkan tiga institusi keamanan (Kepolisian Negara RI, TNI, dan Badan Narkotika Nasional) saat menyampaikan informasi terkait kasus Freddy Budiman. "Mari cari solusi yang konstruktif. Peluang ada untuk memberantas narkoba. Mari bekerja sama," katanya.


Pengadilan

Memetik Pelajaran dari Guru Samhudi


Puluhan guru dari sejumlah sekolah di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, berkumpul di halaman Pengadilan Negeri Sidoarjo, Kamis (4/8) pagi. Alih-alih mengajar, para pendidik berseragam batik ini justru berorasi layaknya peserta demonstrasi. Dari lubuk hati, mereka menyuarakan kegelisahan rekan sejawatnya, guru Samhudi, yang tengah diadili.

"Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru

Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku

Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku

Sebagai prasasti terima kasihku untuk pengabdianmu...."

Lagu karya almarhum Sartono itu mengalun lantang membelah hari yang mulai beranjak siang. Lagu yang dinyanyikan oleh puluhan guru itu terdengar tak biasa atau sumbang. Nyanyian ini lebih mirip upaya mengingat kembali hakikat diri dan tujuan mulia perjuangan pengabdian mereka agar senantiasa kuat menghadapi persoalan seperti yang membelit guru Samhudi.

Thursday, August 4, 2016

Kompas Edisi Kamis 4 Agustus 2016

Kompas Edisi Kamis 4 Agustus 2016
Kompas Edisi Kamis 4 Agustus 2016

Dana Repatriasi ke Sektor Riil

Pengusaha Tunggu Tata Cara Penggunaan Dana


JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah tengah mendorong masuknya dana repatriasi dari pengampunan pajak ke sektor riil, seperti industri manufaktur dan infrastruktur. Namun, pengusaha masih menunggu aturan tata cara penggunaan dana repatriasi ke sektor riil.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Syarif Hidayat di Jakarta, Rabu (3/8), mengatakan, pemerintah ingin mendorong masuknya dana repatriasi pengampunan pajak (tax amnesty) ke sektor industri prioritas.

”Kami terutama lebih menekankan pada hilirisasi, pengolahan sumber daya alam. Arah kami tetap ke hilirisasi,” kata Syarif.


Rio Siap Menggelar Persaingan Atlet Dunia


Rio de Janeiro, Kompas Barra Olympic Park, Rio de Janeiro, Brasil, sebagai pusat persaingan atlet peserta Olimpiade 2016, kian ramai jelang dimulainya kejuaraan multicabang terakbar itu pada Jumat (5/8). Upacara pembukaan Olimpiade di stadion bersejarah Maracana dijanjikan meriah meski dengan anggaran yang hanya sepersepuluh dari upacara pembukaan Olimpiade London 2012.

Hingga Selasa (2/8) sore waktu setempat, Bandar Udara Internasional Galeao di Rio de Janeiro sibuk menerima kedatangan atlet-atlet terbaik dari 206 negara peserta Olimpiade 2016. Beberapa anggota tim sejumlah negara, seperti Thailand, Brunei, Pakistan, dan Hongaria, tiba di Rio, Selasa. Para atlet yang akan berkompetisi hingga 21 Agustus mulai berdatangan dan menempati perkampungan atlet di Barra da Tijuca sejak Minggu (24/7).

Meski disibukkan oleh kedatangan sekitar 10.000 atlet, Bandara Galeao "sepi" dari pernak-pernik Olimpiade. Sebagian besar media promosi Olimpiade yang tertempel di dinding bandara merupakan iklan yang menjadi sponsor beberapa atlet bintang, seperti Michael Phelps dan Usain Bolt.


BantarGebang

Jalan Berliku Pengelolaan Sampah Ibu Kota


Imat (56) duduk termenung di lantai area pembuatan kompos Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantargebang, Kota Bekasi, Minggu (31/7). Seusai memulung, dia melepas lelah di lokasi yang menjadi tempat kerjanya sehari-hari.

Selama 10 tahun terakhir, Imat biasa bekerja sebagai buruh harian lepas di area pembuatan kompos TPST Bantargebang dengan upah Rp 40.000 per hari. Sepulang dari kerja, ia mencari tambahan penghasilan dengan memulung sampah.

Namun, sejak TPST Bantargebang diambil alih Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada 19 Juli silam, belum tampak lagi aktivitas pengolahan kompos di areal tersebut. Alhasil, nasib Imat dan sejumlah pekerja harian lepas terkatung-katung tanpa kejelasan.

Wednesday, August 3, 2016

Kompas Edisi Rabu 3 Agustus 2016

Kompas Edisi 3 Agustus 2016
Kompas Edisi 3 Agustus 2016

Terorisme Dilawan Bersama

Kemiskinan, Kebodohan, dan Pengangguran Akar Radikalisme


JAKARTA, KOMPAS — Radikalisme yang berujung pada terorisme menjadi salah satu persoalan yang dihadapi oleh dunia Islam abad ini. Negara-negara dengan penduduk mayoritas Muslim sepakat melawan radikalisme dan terorisme dengan meningkatkan akses ekonomi pada generasi muda.

Kemiskinan, kebodohan, dan pengangguran menjadi akar masalah radikalisme sehingga pendidikan diharapkan menjadi solusi agar generasi muda tidak mudah terjebak gerakan radikal. Para pemimpin negara-negara Islam menyerukan hal ini saat berbicara dalam Forum Ekonomi Islam Dunia (World Islamic Economic Forum/WIEF) Ke-12 yang dibuka Presiden Joko Widodo di Jakarta, Selasa (2/8). Mereka menyatakan, terorisme juga menjadi persoalan yang harus dihadapi negara masing-masing.

Presiden Jokowi mengajak para pemimpin negara-negara Islam bekerja sama mengatasi kemiskinan; mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah; serta melahirkan wirausaha-wirausaha muda inovatif berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurut Presiden, masyarakat Muslim dunia, yang memiliki demografi generasi muda berusia rata-rata 20 tahun, harus menggunakan kekuatan fundamental untuk menggairahkan sektor riil dan mengatasi radikalisme.


Olimpiade 2016

Tim Bulu Tangkis Berlatih dengan Rileks


JAKARTA, KOMPAS — Persiapan tim bulu tangkis Indonesia yang akan tampil di Olimpiade Rio de Janeiro 2016 berlangsung dalam suasana rileks. Pelatih dan pemain cukup menikmati periode pemusatan latihan di Sao Paulo sebelum bertolak ke Rio de Janeiro.

”Sampai hari ini (Selasa, 2/8) persiapan sangat bagus. Semua pemain dalam kondisi prima. Kami fokus menjaga kebugaran dan berupaya rileks dengan tidak terlalu memikirkan target yang harus dicapai,” kata pelatih ganda putra, Herry IP, saat dihubungi dari Jakarta, Selasa.

Cabang olahraga bulu tangkis merupakan tumpuan utama Indonesia mendulang medali, terutama dari sektor ganda putra dan ganda campuran. Di ganda putra, Indonesia mengandalkan pasangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Sementara di ganda campuran, tampil dua pasangan terbaik, Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad dan Praveen Jordan/Debby Susanto.


Swadaya Masyarakat

Menyelamatkan Sejarah Dunia di Morotai


"Demi nanga ngopa denanga dano, Mitagi-tagi mimas didiki,

Mima idu mimas gogorena,

Sioko...ooo.ooo.dedengomi"

(Demi anak dan cucu kita,

Di saat kami berjalan, kami jadikan sebagai kontak,

Di saat kami tidur, kami jadikan sebagai pantai,

Kasihanlah.ooo...ooo...dengan kami)

Syair pengharapan agar diberi kemudahan perjalanan itu disenandungkan Muhlis Eso (36), penggiat sejarah di Pulau Morotai, Maluku Utara, saat mendaki Bukit 40, Minggu (17/7).

Meski badannya meriang, langkahnya mantap menyusuri tanjakan becek dan jalan setapak yang penuh ilalang. Semak rimbun berduri bukan halangan.

Hujan deras yang mengguyur dan koyo yang menempel di kedua pelipis tak menyurutkan langkahnya untuk terus berjalan sambil bercerita tentang sejarah Perang Dunia (PD) II di Morotai. Saat beberapa wisatawan yang dia dampingi mulai kelelahan, tenaga Muhlis justru seperti bertambah.

Tuesday, August 2, 2016

Kompas Edisi Selasa 2 Agustus 2016

Kompas Edisi Selasa 2 Agustus 2016
Kompas Edisi Selasa 2 Agustus 2016

Optimisme Ekonomi Makin Menguat

Kenaikan IHSG Capai 2,79 Persen


JAKARTA, KOMPAS — Indeks Harga Saham Gabungan menyentuh rekor tertinggi tahun ini pada penutupan perdagangan Senin (1/8), yakni pada level 5.361, naik 2,79 persen dibandingkan dengan akhir pekan lalu. Kenaikan ini merupakan indikator makin bergairahnya pasar keuangan.

 Pada 1 April 2015, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mencapai posisi 5.524, lalu terus turun dan pada September 2015 mencapai titik terendah pada level 4.033.

Likuiditas yang terus masuk ke pasar domestik juga membuat kurs rupiah semakin menguat. Di pasar tunai, rupiah menguat 0,5 persen menjadi Rp 13.047 per dollar AS. Sementara, menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) yang diterbitkan Bank Indonesia, rupiah menguat menjadi Rp 13.080 per dollar AS dari posisi pekan lalu Rp 13.094.


Olimpiade Rio de Janeiro 2016

RI Berpeluang Perbaiki Peringkat


JAKARTA, KOMPAS — Olimpiade menjadi puncak piramida prestasi atlet. Idealnya, atlet didukung pemusatan latihan modern dan kompetisi bermutu. Sayangnya, ini belum terwujud. Tak heran, Indonesia sangat sedikit mencetak atlet berprestasi dunia, seperti di Olimpiade.

Pengamat olahraga Fritz E Simandjuntak menilai, prestasi Indonesia ironis mengingat RI termasuk negara G-20. Faktanya, prestasi olahraga mayoritas negara G-20 cukup bagus di Olimpiade 2012, yakni di 15 besar klasemen. Indonesia berada di peringkat ke-63. Ini berarti, keunggulan RI di bidang ekonomi dengan masuk G-20 tak berdampak terhadap olahraga.

”Mengapa? Selain karena minimnya visi dan perhatian pemerintah terhadap olahraga, juga karena Indonesia belum menjadi negara industri. Hampir semua negara G-20 perekonomiannya tumbuh karena industrialisasi,” kata Fritz, akhir pekan lalu.


Peran Mahasiswa

Membangun Komunitas Antarbangsa dari Perdesaan


Sekitar 20 siswa kelas III Sekolah Dasar Negeri Jembul, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, berkumpul membuat lingkaran untuk bermain dan bernyanyi bersama dalam suasana gembira.

Mahasiswa pascasarjana program studi pekerja sosial (social works) Inholland University, Leiden, Belanda, Gemma SUV (23), memimpin acara tersebut.

Acara yang penuh suasana akrab tersebut merupakan bagian dari aktivitasCommunity Outreach Program (COP). Semacam kuliah kerja nyata (KKN) di Indonesia, tetapi dilakukan bersama oleh komunitas mahasiswa internasional di desa yang berada di lereng barat Gunung Penanggungan, Jawa Timur.

Monday, August 1, 2016

Kompas Edisi Senin 1 Agustus 2016

Kompas Edisi Senin 1 Agustus 2016
Kompas Edisi Senin 1 Agustus 2016

Indonesia Menanti Aksi Terbaik

Persiapan Dimaksimalkan demi Tradisi Emas di Rio de Janeiro 2016


JAKARTA, KOMPAS — Sebanyak 28 atlet yang akan tampil di Olimpiade Rio de Janeiro 2016 diminta berjuang maksimal, dan membuang rasa minder, demi berlanjutnya tradisi medali emas Indonesia. Para atlet itu juga diingatkan untuk memperhatikan hal krusial di tengah persiapan yang makin sempit, seperti pola makan dan istirahat.

 Demikian rangkuman pendapat yang dihimpun Kompas dari sejumlah Olimpian (atlet yang pernah tampil di Olimpiade), antara lain Susy Susanti (bulu tangkis), Purnomo (atletik), Lilies Handayani (panahan), dan Richard Sam Bera (renang), akhir pekan lalu.

Mereka diwawancarai terkait pelaksanaan Olimpiade Rio de Janeiro 2016 yang akan berlangsung mulai Jumat (5/8) mendatang, atau empat hari lagi. Kontingen Indonesia berjuang melanjutkan tradisi meraih medali emas, yang terhenti pada Olimpiade London 2012.


PASAR FINANSIAL

Manajer Investasi Naikkan Target IHSG


JAKARTA, KOMPAS — Perekonomian yang membaik, harapan keberhasilan program pengampunan pajak, dan arus dana investor asing membuat perusahaan sekuritas dan manajer investasi merevisi target pencapaian Indeks Harga Saham Gabungan menjadi lebih tinggi lagi. Suku bunga dan inflasi rendah juga menjadi salah satu pendorong saham.

Sejumlah kalangan yang dihubungi Kompas, pekan lalu dan Minggu (31/7), mengatakan, perbaikan itu mulai terlihat sehingga mereka merevisi target pencapaian Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada tahun ini.

Menurut Alvin Pattisahusiwa, Direktur Investasi Manulife Aset Manajemen Indonesia, secara bertahap terjadi perbaikan produk domestik bruto dan profitabilitas perusahaan. Selain itu, pengesahan Undang-Undang Pengampunan Pajak menghapuskan ketidakpastian di pasar. "Masih ada potensi kenaikan peringkat dari Standard and Poor's (S&P) yang akan berdampak positif atas persepsi dan imbal hasil obligasi Indonesia," katanya.


OLIMPIADE 2016

Kasih Ibu Antar Maria Londa ke Rio de Janeiro


Bawalah bekal ini untuk mengobati rasa rindumu pada Tanah Air." Itulah pesan sang ibu kepada atlet lompat jauh terbaik Indonesia, Maria Natalia Londa (26), sesaat sebelum terbang selama 32 jam perjalanan menuju Rio de Janeiro, Brasil, Rabu (27/7) malam. Dengan sekantong keripik tempe buatan bundanya, Maria meluncur ke "medan perang" untuk membela "Merah Putih" di ajang olahraga akbar sedunia, Olimpiade 2016.

Maria menjadi salah seorang dari 28 atlet Indonesia yang tampil di Rio 2016. Lulusan Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan IKIP PGRI Bali itu adalah atlet pertama Indonesia yang meraih tiket Olimpiade Rio 2016 setelah mencapai Limit A kualifikasi dengan jarak lompatan 6,70 meter di SEA Games Singapura 2015.

Agar tampil optimal di Rio, Maria berlatih keras, menjaga pola istirahat, dan mengatur asupan nutrisi. Putri pertama dari tiga bersaudara itu sebenarnya pantang makan makanan pedas dan gorengan karena bisa memengaruhi pemulihan tubuh. Namun, ibunya, Anastasia Ariningsih, tetap memasak makanan kesukaan Maria.