Friday, March 27, 2015

Kompas, Edisi, Jumat, 27 Maret 2015


Kompas, Edisi, Jumat, 27 Maret 2015

Bank Menjaring Keluarga Miskin

Sekitar 25 Persen Bantuan Masih Disimpan


JAKARTA, KOMPAS — Masyarakat miskin diajak masuk ke dalam sistem keuangan formal. Program Simpanan Keluarga Sejahtera yang menyasar 15,5 juta keluarga miskin bisa menjadi pintu masuk. Namun, kemajuannya lambat. Padahal, inklusi keuangan tak hanya efektif memberdayakan kaum miskin, tetapi juga prospektif untuk bisnis.

"Terus terang belum ada bank yang benar-benar siap 100 persen. Belum ada bank yang bisa menjangkau seluruh penduduk," kata Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Andi ZA Dulung, di Jakarta, Kamis (26/3).

Andi berpendapat, bank tidak terlalu tertarik masuk ke dalam Program Simpanan Keluarga Sejahtera (PSKS). Alasannya, warga miskin sebagai target PSKS dianggap tidak banyak melakukan transaksi keuangan atau bahkan nihil transaksi.

Kecelakaan Germanwings

Pesawat Diduga Sengaja Dijatuhkan


PARIS, KAMIS — Investigasi untuk mencari penyebab jatuhnya pesawat Germanwings bernomor penerbangan 4U9525 di Pegunungan Alpen, Perancis, Selasa (24/3), berdasarkan perekam suara kokpit (CVR), menghasilkan kesimpulan mengejutkan. Kopilot diduga kuat dengan sengaja menjatuhkan pesawat.

Jaksa Marseille Brice Robin kepada pers di Paris, Kamis (26/3), mengatakan, saat kejadian, kopilot Andreas Lubitz (28) berada sendirian di dalam kokpit. Dia dengan sengaja menurunkan pesawat dari ketinggian jelajah 38.000 kaki (sekitar 11.500 meter) ke 6.175 kaki (1.882 meter).

Pada ketinggian terakhir itu, pesawat Airbus A320 dalam perjalanan Barcelona, Spanyol, menuju Duesseldorf, Jerman, menghantam gunung. Sebanyak 144 penumpang dan 6 awak pesawat tewas seketika.


KONSERVASI

Menjaga Fondasi Alam Pulau Tidung


"Jangan mendekat! Jauh-jauh sana! Snorkeling di sana!" seru seorang pria dari atas kapal. Dia memperingatkan nakhoda sebuah kapal cepat yang ditumpangi wisatawan agar tidak mendekati areal terumbu karang di sisi selatan Pulau Tidung Kecil, Kabupaten Kepulauan Seribu, Sabtu (14/3).

Di dekat pantai terpasang papan peringatan bertuliskan "Terumbu karang, dilarang mendekat". Areal itu dianggap "suci" oleh warga Pulau Tidung. Wisatawan yang gemar snorkeling di Pulau Tidung tidak boleh menjamah lokasi tersebut.

Fauzi, nakhoda kapal cepat, menuturkan, tidak sembarang orang boleh mendekat apalagi berada di perairan itu. Dia tidak membuang jangkar, tetapi mengikat kapal ke tonjolan beton di dasar perairan.

Sisi selatan Pulau Tidung Kecil merupakan salah satu lokasi konservasi terumbu karang atau dikenal sebagai kebun karang. Usia karang di situ terbilang muda, baru tiga tahun, sehingga sebisa mungkin segala ancaman terhadap kelangsungan hidupnya dijauhkan.

No comments:

Post a Comment