Thursday, September 25, 2014

Kompas, Edisi, Kamis, 25 September 2014

Kompas, Edisi, Kamis, 25 September 2014

Hakim: Korupsi Anas Berlanjut

Tawaran Sumpah Kutukan Tak Ditanggapi


JAKARTA, KOMPAS — Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi menyatakan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum terbukti melakukan korupsi secara berlanjut dan pencucian uang secara berulang-ulang.

Anas (45) divonis delapan tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider tiga bulan kurungan. Mantan anggota DPR itu juga dijatuhi hukuman membayar uang pengganti Rp 57,59 miliar dan 5,22 juta dollar AS atau subsider dua tahun kurungan.

Sidang Isbat

Idul Adha Jatuh 5 Oktober


JAKARTA, KOMPAS — Kementerian Agama menetapkan Idul Adha atau 10 Zulhijah 1435 Hijriah jatuh hari Minggu, 5 Oktober 2014. Muhammadiyah akan merayakan lebih dulu, yaitu Sabtu. Umat Islam diminta saling menghargai terkait ada perbedaan hari raya kurban itu.

Kementerian Agama menggelar sidang isbat awal Zulhijah 1435 Hijriah di Jakarta, Rabu (24/9) sore, dipimpin Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar. Forum ini dihadiri antara lain Majelis Ulama Indonesia, perwakilan dari belasan organisasi Islam, pakar astronomi, dan beberapa duta besar negara sahabat. Perwakilan Muhammadiyah juga mengikuti sidang.

Sepak Bola

Drama 31 Gol di Stadion Anfield

LIVERPOOL, RABU - Pertandingan sepak bola kerap memunculkan drama yang menarik dan mengejutkan. Situasi itulah yang terekam pada laga Piala Liga Inggris (Capital One Cup) antara tuan rumah Liverpool dan Middlesbrough di Stadion Anfiel, Selasa (23/9) atau Rabu dini hari WIB.

Friday, September 19, 2014

Kompas, Edisi, Jumat, 19 September 2014

Kompas, Edisi, Jumat, 19 September 2014

PDI-P Siap Jadi Partai Pemerintah


JAKARTA, KOMPAS — Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri akan menyampaikan pidato politik yang sekaligus membuka Rapat Kerja Nasional IV PDI-P, di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (19/9). Pidato politik itu terkait perubahan haluan politik PDI-P dari partai di luar pemerintahan menjadi partai pemerintah.

Sekretaris Jenderal PDI-P Tjahjo Kumolo mengatakan hal itu di Semarang, Kamis. ”Selama ini Ibu Megawati melaksanakan keputusan kongres bahwa PDI-P di luar pemerintahan. Dengan kemenangan Pak Jokowi (Joko Widodo) dan Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden terpilih, keputusan politik kongres itu diubah. PDI-P menjadi partai pemerintah,” tutur Tjahjo.

Daftar Tunggu 20 Tahun

Kloter Pertama Haji Kalimantan Selatan Diberangkatkan


BANJARMASIN, KOMPAS — Jemaah calon haji asal Kalimantan Selatan mulai diberangkatkan melalui embarkasi Syamsudin Noor, Banjarmasin, Kamis (18/9). Dari bandara itu, diberangkatkan 13 kloter dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah dengan jemaah sekitar 4.100 orang.

”Jemaah calon haji dari Kalimantan Selatan yang bisa berangkat patut bersyukur. Sekarang ini daftar tunggu haji reguler Kalsel mencapai 20 tahun lebih,” kata Gubernur Kalsel Rudy Ariffin dalam acara pelepasan jemaah calon haji embarkasi Syamsudin Noor di Asrama Haji Embarkasi Banjarmasin, Banjarbaru, Kamis dini hari.

Pada kesempatan itu, Gubernur Kalsel beserta jajaran melepas keberangkatan rombongan jemaah calon haji kelompok terbang (kloter) pertama Kalsel yang berasal dari Kabupaten Tabalong. Kloter pertama berjumlah 325 orang, terdiri dari 318 anggota jemaah calon haji dan 7 pendamping. Adapun jumlah jemaah calon haji Kalsel tahun ini sebanyak 3.050 orang.


Ulangi Memori Indah 1986

Korea Utara Melaju ke Babak 16 Besar, Posisi Iran Terancam

INCHEON, KOMPAS — Tim sepak bola Indonesia U-23 melaju ke babak 16 besar Asian Games 2014 setelah menang 4-0 atas Maladewa di Stadion Sungui Arena Park, Incheon, Korea Selatan, Kamis (18/9). Skuad ”Merah Putih” mengulangi kenangan indah 1986 saat terakhir kali lolos dari babak grup.


Itu adalah kali kedua Indonesia berpesta gol ke gawang lawan. Di laga pertama melawan Timor Leste, Senin lalu, Indonesia menang tujuh gol tanpa balas.

Pelatih tim Indonesia Aji Santoso mengatakan, kerja keras pemain perlu diapresiasi. ”Pertandingan kedua ini penting karena kalau menang, kami pasti lolos ke 16 besar. Pemain di lapangan melaksanakan instruksi saya,” ujar Aji kepada wartawan Kompas, Wisnu Aji Dewabrata, di Incheon, Kamis.

Menurut Aji, pada laga melawan Thailand, ia bakal merotasi pemain. ”Saya akan turunkan pemain yang belum pernah dimainkan. Saya ingin menang lawan Thailand, ini pertandingan bergengsi,” katanya.



Thursday, September 18, 2014

Kompas, Edisi, Kamis, 18 September 2014

Kompas, Edisi, Kamis, 19 September 2014

PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG

Artidjo: Korupsi, Kanker yang Gerogoti Negara

Jakarta, Kompas Korupsi ibarat penyakit kanker yang menggerogoti tubuh negara dan membawa Indonesia ke masa depan yang suram. Berdasarkan asumsi itu, kejahatan koruptor adalah perampasan hak asasi manusia, dalam hal ini hak-hak rakyat untuk hidup sejahtera.
Ketua Kamar Pidana Mahkamah Agung (MA) Artidjo Alkostar mengungkapkan hal itu ketika diwawancarai Kompasseputar alasannya yang selalu menjatuhkan hukuman maksimal kepada para terdakwa korupsi.
”Korupsi itu kejahatan kemanusiaan yang dampaknya multieffect. Berdampak negatif kepada tubuh negara. Negara menjadi tidak sehat lagi. Koruptor itu juga merampas hak asasi manusia, khususnya hak-hak rakyat untuk sejahtera,” ujarnya.

Kabut Asap Kian Mengancam

Penerbangan Pagi Hari Sejumlah Bandara Terganggu

PEKANBARU, KOMPAS Asap pekat akibat kebakaran lahan dan hutan terus menyelimuti sebagian wilayah Sumatera dan Kalimantan. Jarak pandang pagi hari makin pendek. Warga diminta mengenakan masker saat di luar rumah. Tanpa penanganan menyeluruh, titik api bisa terus muncul.
”Selama Agustus ini, cuaca makin kering. Ini menyebabkan kebakaran lebih mudah terjadi dan jika sudah muncul, titik api semakin tidak terkendali. Puncak kemarau akan sampai Oktober 2014,” kata Kepala Pusat Informasi Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugoho, Rabu (17/9), di Jakarta.


RUU PILKADA

Presiden Bisa Tolak Pengesahan di Sidang Paripurna


Jakarta, Kompas Sebagai kepala pemerintahan dalam sistem quasi presidential, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dapat tidak menyetujui pengesahan Rancangan Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah yang diajukan oleh DPR dalam sidang paripurna. Penolakan itu dapat dilakukan jika Presiden berpendapat pilkada secara langsung dinilai sangat penting dalam konteks pembangunan demokrasi di Indonesia.
Selain itu, kader dan pengurus Partai Demokrat di parlemen sebaiknya juga mengikuti instruksi yang disampaikan Yudhoyono, sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat, lewat Youtube, baru-baru ini.
Hal itu disampaikan pengamat politik Ari Dwipayana di sela-sela diskusi terbatas bertema ”Polemik RUU Pilkada” yang diselenggarakan PDI-P, di Jakarta, Rabu (17/9). ”Kalau pilkada langsung dianggap penting dalam konteks pembangunan demokrasi, Presiden harus tegas. Presiden cukup menyatakan tidak menyetujui (pengesahan) RUU Pilkada),” kata Ari. Sesuai UUD 1945, sebelum disahkan, RUU yang dibahas DPR dan pemerintah harus disetujui bersama.

Friday, March 21, 2014

Kompas, Edisi, Jumat, 21 Maret 2014

Kompas, Edisi, Jumat, 21 Maret 2014


Kasus Century, Jaksa Salahkan DGBI Tidak Ada Krisis Ekonomi dan Perbankan, November 2008

MPR: Gunakan Hak Pilih Nelayan Kesulitan Memilih karena TPS Tutup Pukul 13.00

Hanura: Pangan Jadi Perhatian Niat Politik Kunci Mewujudkan Kedaulatan

KPK: Penerima Ipod Harus Lapor

Memasuki Musim Pancaroba Nikmati foto utama Harian Kompas hari ini. 

Tuesday, August 27, 2013

Kompas, Edisi, Senin, 26 Agustus 2013

Kompas, Edisi, Senin, 26 Agustus 2013


Suksesi presiden tahun 2014 menjadi sangat penting ketika bangsa ini memasuki era baru. Indonesia terus menjalani proses konsolidasi demokrasi, yaitu membangun institusi demokrasi yang kokoh dan menyelesaikan sejumlah masalah dalam beragam bidang kehidupan. Hal 1 | 26 Agustus

Pasar menilai paket kebijakan pemerintah jauh dari harapan. Isi kebijakan itu sebagian besar sudah sering didengar pelaku pasar dan di antaranya tidak efektif dalam implementasinya. Pasar pun menilai tidak ada terobosan yang dapat memulihkan kepercayaan pasar. Upaya memperbaiki transaksi berjalan dengan mendorong ekspor atau menekan impor belum efektif. Hal 1 | 26 Agustus

Ketua DPP Partai Nasdem Zulfan Lindan mengatakan, Partai Nasdem akan mengusung calon presiden yang bisa membawa perubahan. Artinya, capres tersebut diharapkan bukan produk masa lalu. ”Jadi, Nasdem mengharapkan, pada 2014 ini sudah muncul capres muda yang bisa mengusung perubahan,” katanya di Jakarta, Minggu (25/8). Hal 2 | 26 Agustus

Lima hakim agung yang mengabulkan peninjauan kembali atas Sudjiono Timan, mantan Direktur Utama PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia, akan dilaporkan ke Komisi Yudisial atas dugaan pelanggaran etika oleh Koalisi Pemantau Peradilan. KPP menilai putusan tersebut mengandung banyak kejanggalan. Hal 4 | 26 Agustus

Cukup mengejutkan, awal Agustus 2013 muncul pengumuman bahwa koran legendaris di AS, Washington Post, dibeli Jeff Bezos, bos Amazon.com, dengan nilai cukup fantastis, 250 juta dollar AS atau lebih kurang Rp 2,5 triliun. Ini bisa merupakan pembelajaran bagi bisnis media di Indonesia saat ini. Hal 7 | 26 Agustus

Ketika harga emas melejit sejak 2008, spekulan ada di baliknya. Ketika harga minyak melejit hingga ke level 145 dollar AS per barrel, juga ada spekulan di baliknya, sebagaimana pernah diutarakan Michael Bloomberg, pemilik raja media Bloomberg. Kini ada volatilitas kurs yang menimpa Indonesia, India, Brasil, dan Turki, terutama pada tiga bulan terakhir. Apakah gejolak kurs ini juga karena aksi spekulan ? Hal 11 | 26 Agustus