Showing posts with label rombak kabinet. Show all posts
Showing posts with label rombak kabinet. Show all posts

Thursday, July 28, 2016

Kompas Edisi Kamis 28 Juli 2016

Kompas Edisi Kamis 28 Juli 2016
Kompas Edisi Kamis 28 Juli 2016

Pebisnis Sambut Tim Ekonomi Kabinet

Menteri Keuangan Segera Koordinasi agar APBN Jadi Instrumen Efektif Beri Stimulus


JAKARTA, KOMPAS — Pelaku bisnis dan pasar merespons positif pergantian anggota kabinet. Mereka berharap tim ekonomi kabinet bisa menangani masalah pertumbuhan yang melambat. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjadi tumpuan perbaikan kondisi ekonomi saat ini.

Kemarin, Presiden Joko Widodo mengumumkan pergantian kabinet setelah lebih dari satu bulan muncul spekulasi mengenai perombakan kabinet di masyarakat. Seusai pengumuman, Presiden melantik menteri baru itu.

Presiden Jokowi saat mengumumkan perombakan kabinet di halaman Istana Merdeka Jakarta, Rabu (27/7), menjelaskan, tantangan yang dihadapi pemerintah kini tidak ringan. Kinerja pemerintahan di bawah kepemimpinan Jokowi-M Jusuf Kalla diupayakan lebih efektif setelah perombakan kedua Kabinet Kerja. Selain lebih cepat bekerja, para menteri juga diminta selalu solid dan saling mendukung satu sama lain.


Temuan BPom

11 Sarana Kesehatan Gunakan Vaksin Palsu


JAKARTA, KOMPAS — Badan Pengawas Obat dan Makanan menemukan penggunaan vaksin dan serum palsu oleh enam fasilitas kesehatan dan satu tenaga kesehatan baru yang tersebar di Jakarta Barat, Pekanbaru, Palembang, dan Bengkulu.

Dengan demikian, hingga saat ini BPOM telah menemukan 11 sarana pelayanan kesehatan, meliputi rumah sakit, klinik, apotek, dan bidan yang memakai vaksin atau serum palsu.

Deputi I Bidang Pengawasan Terapeutik, Narkoba, Psikotropika, dan Zat Adiktif BPOM, Tengku Bahdar Johan Hamid, Rabu (27/7) di Jakarta, mengatakan, vaksin yang dipalsu di fasilitas kesehatan itu adalah Tripacel (vaksin DPT) dan Pediacel (vaksin DPT plus polio) produksi PT Sanofi serta Engerix-B untuk anak produksi PT Glaxo Smith Kline.


Gerakan Tanah

Belajar Hidup di Tanah Bencana


Oleh karena keterbatasan ekonomi, warga terdampak pergerakan tanah di Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pun terpaksa tinggal di daerah bahaya. Di antara duka, mereka kembali belajar pentingnya mitigasi bencana.

 Dak-duk, dak-duk. Suara ban mobil bergardan ganda itu menghantam batu kali tajam beradu keras saat melintasi jalan menanjak di Kampung Babakan Mindi, Desa Nagrakjaya, Kecamatan Curugkembar, Selasa (26/7) malam. Di bak belakang, Sarsih (45) dan 15 warga Babakan Mindi lain kembali menjalani rutinitas anyarnya. Sejak 10 hari lalu, ia mengungsi ke SD Nagrakjaya, berjarak sekitar 1 kilometer (km) dari rumahnya, setiap malam.

Pergerakan tanah membuat hidup Sarsih tak tenang. Dihajar hujan deras, tubuh tebing Gunung Sapu yang tepat berada di atas Desa Nagrakjaya retak dan lantas ambles. Imbasnya fatal. Kejadian itu memicu aliran air baru dan retakan tanah lain di sekitarnya. Sebanyak 413 rumah rusak dan 1.122 penghuninya mengungsi, termasuk Sarsih.

Wednesday, July 27, 2016

Kompas Edisi Rabu 27 Juli 2016

Kompas Edisi Rabu 27 Juli 2016
Kompas Edisi Rabu 27 Juli 2016

Presiden Rombak Kabinet

Delapan Menteri Diganti dan Empat Menteri Tukar Posisi


JAKARTA, KOMPAS — Kabinet Kerja pada masa pemerintahan Presiden Joko Widodo-Wakil Presiden Jusuf Kalla akan dirombak untuk kedua kali. Dalam perombakan kabinet kali ini, diperkirakan delapan menteri diganti dan empat menteri bergeser posisi.

Terkait perombakan kabinet tersebut, 12 menteri dipanggil oleh Presiden dan Wakil Presiden di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (26/7). Pemanggilan para menteri ini tidak ada dalam jadwal resmi Presiden dan Wapres.

Salah satu menteri yang semalam dipanggil Presiden, yaitu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said, lewat akun Twitter-nya, @sudirmansaid, semalam mencuit, ”Alhamdulillah, tugas besar selesai. Ladang amal & perjuangan makin lebar. Jangan pernah lelah mencintai Indonesia yang hebat ini. Thx semua”.


Jaminan Sosial

Pembuatan Kartu BPJS Perlu Sosialisasi Intensif


BANDUNG, KOMPAS — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, meminta sosialisasi pembuatan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan diintensifkan. Pengetahuan masyarakat yang minim tentang mekanisme pembuatan kartu BPJS Kesehatan rentan dimanfaatkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menipu warga dengan memalsukan kartu tersebut.

”Kami meminta BPJS untuk sosialisasi lebih intensif sebab selama ini masih banyak warga yang belum mengetahui secara jelas cara pembuatan kartu BPJS Kesehatan,” ujar Wakil Ketua DPRD Bandung Barat Samsul Ma’arif saat menggelar rapat dengar pendapat dengan Dinas Kesehatan Bandung Barat, Dinas Sosial Bandung Barat, dan Kantor Cabang BPJS Kesehatan Cimahi di Padalarang, Bandung Barat, Selasa (26/7).

Kepolisian Resor Cimahi menetapkan AS, Koordinator Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Rumah Peduli Dhuafa (LPM RPD), sebagai tersangka pemalsuan. Sebanyak 810 kepala keluarga mengurus kartu palsu BPJS Kesehatan kepada tersangka, 175 kepala keluarga di antaranya sudah menerima kartu itu.


Kepedulian sosial

Pengabdian "Guru" Aboe Si Tukang Becak


"Mbah Aboe, aku munggah kelas. (Kakek Aboe, saya naik kelas)," demikian teriakan seorang anak kepada Ratemat Aboe (77), tukang becak asal Tanjung Putrayudha I, Kelurahan Tanjungrejo, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Jawa Timur.

Teriakan itu membuat Aboe tak kuasa menahan air matanya. Semangat belajar anak-anak di kampung pemulung itu membuahkan hasil. Mereka tak lagi naik kelas karena nilainya dikatrol guru, tetapi benar-benar mereka naik karena nilainya mencukupi.

Hal itu merupakan kepuasan tersendiri bagi Aboe. Tukang becak itu merasa berhasil menjadi "guru" meski ia bukan guru profesional dan berpendidikan guru. Aboe adalah guru bimbingan belajar (bimbel) gratis bagi anak-anak gelandangan, pemulung, dan pengemis di Kampung Tanjung Putrayudha yang banyak dihuni pemulung.