Jumat, 12 Februari 2016

Kompas Edisi Jumat 12 Februari 2016

Kompas Edisi Jumat 12 Februari 2016

KPK Dukung Jaksa Agung

Sejumlah Fraksi Akhirnya Berubah Sikap Terkait Revisi UU KPK


JAKARTA, KOMPAS — Komisi Pemberantasan Korupsi mengapresiasi langkah Kejaksaan Agung yang mempertimbangkan deponering atau mengesampingkan perkara yang menjerat dua mantan pimpinan komisi itu, Abraham Samad dan Bambang Widjojanto.

Sementara itu, Fraksi Partai Gerindra dan Fraksi Partai Demokrat di DPR menolak isi draf revisi UU KPK terbaru hasil harmonisasi di Badan Legislasi (Baleg). Pasalnya, isi draf itu dinilai memperlemah KPK.

Sikap Gerindra dan Demokrat itu memancing sejumlah fraksi lain berpikir ulang. Akibatnya, pengesahan draf revisi UU KPK menjadi RUU inisiatif DPR yang direncanakan dilakukan dalam rapat paripurna DPR, Kamis (11/2), ditunda hingga Kamis pekan depan. Penundaan ini dilakukan untuk memberikan waktu kepada fraksi-fraksi berpikir kembali tentang urgensi merevisi UU KPK.


Bencana Banjir

Babel Berlakukan Status Darurat Banjir


Pangkal Pinang, KompasBencana banjir dan longsor masih terjadi di sejumlah kabupaten di Sumatera, Kalimantan, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Banten. Banjir tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga menelan korban jiwa.

Bahkan, wilayah Bangka Belitung (Babel) dinyatakan status Darurat Banjir hingga 21 Februari. Selama masa tanggap darurat, penanganan korban setelah bencana difokuskan pada pemenuhan kebutuhan pengungsi dan perbaikan infrastruktur yang rusak akibat banjir.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Kamis (11/2), mengatakan, sejak status keadaan darurat penanganan bencana banjir di Babel ditetapkan pada 8 Februari, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Babel menerapkan sejumlah langkah memperbaiki infrastruktur.


Kecelakaan Super Tucano

TNI AU dan Keluarga Kehilangan Orang Terbaik


Duka menyelimuti keluarga empat korban tewas dalam jatuhnya pesawat tempur taktis Super Tucano TT-3108, Rabu (10/2), di permukiman padat penduduk di Jalan Laksda Adi Sucipto, Gang 12, Kota Malang, Jawa Timur.

Meski demikian, terselip api semangat di antara keluarga korban, takdir duka tentu ada hikmahnya. Jangan padamkan api semangat dengan kembali menyiramkan air mata duka, dengan kecelakaan serupa.

Tragedi itu datang tiba-tiba. Tanpa diduga, saat Erma Wahyuningtyas (47) tengah mencuci baju, Rabu, rumah berlantai dua miliknya tertimpa pesawat Super Tucano TT-3108. Seketika, Erma dan Nurkholis (27), penghuni kos, tewas tertimpa reruntuhan. Dua kru pesawat, pilot Mayor Penerbang Ivy Safatillah dan juru mesin udara Sersan Mayor Syaiful Arief Rakhman, juga ikut menjadi korban tewas.

Kamis, 11 Februari 2016

Kompas Edisi Kamis 11 Februari 2016

Kompas Edisi Kamis 11 Februari 2016

Banjir di Sumatera Meluas

103 Kabupaten/Kota Kebanjiran 


PEKANBARU, KOMPAS — Sampai Rabu (10/2) petang, banjir masih menggenangi sejumlah wilayah di Sumatera, bahkan semakin luas. Sementara banjir di beberapa wilayah yang mulai surut menimbulkan persoalan baru, seperti sawah puso, listrik padam, dan kerusakan rumah warga.

 Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu, mengatakan, dari waktu ke waktu sifat banjir di setiap daerah cenderung berubah. Salah satunya, banjir yang cakupan dampaknya lebih luas pada tahun ini di Bangka Belitung.

Itu menunjukkan peta bahaya bencana hidrometeorologis perlu senantiasa disesuaikan dan diperbaiki sehingga menjadi dasar kebijakan yang tepat bagi pemerintah daerah. ”Pola hujan berubah sehingga daerah rawan banjir juga berubah,” katanya.


EFISIENSI ANGGARAN

Presiden Instruksikan Perubahan Total


JAKARTA, KOMPAS — Presiden Joko Widodo menginstruksikan kepada para menteri dan pimpinan lembaga agar penyusunan anggaran dalam Rencana Kerja Pemerintah 2017 berubah total dari tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya anggaran dibagi kepada sebuah kementerian atau lembaga secara berjenjang, mulai dari direktur jenderal, direktur, hingga kepala seksi, penyusunan anggaran seperti itu tidak boleh dilakukan lagi.

”Pada rencana kerja 2017, saya ingin perubahan total. Menteri yang mengendalikan anggaran, dan tidak lagi diberikan kepada bawahan dirjen, direktur, atau kepala seksi. Cukup berikan kepada bagian yang memang saat itu memerlukan. Jangan sampai setiap seksi ada anggarannya. Kalau memang belum ada prioritas, ya, jangan diberi. Jadi, tidak perlu yang namanya setiap ditjen ke bawah ada anggarannya,” ujar Presiden Joko Widodo saat membuka sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu (10/2).

Menurut Presiden, pola penganggaran seperti itu benar-benar tidak dirasakan manfaatnya oleh rakyat. ”Kalaupun dirasakan, sedikit,” ujarnya.


PENANGANAN KANKER

Jangan Lagi Ada Ironi Gerobak Rosida


Rosida adalah ironi di tengah peringatan Hari Kanker Sedunia, 4 Februari. Ibu satu anak penderita kanker dari Cibinong, Kabupaten Bogor, itu sempat "diasingkan" di gerobak. Tetangganya tidak tahan terhadap bau tidak sedap dari luka di payudaranya.

Empat hari lamanya Rosida berada di gerobak di sekitar pabrik batu bata, dekat kamar kontrakannya, di Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Perempuan berusia 46 tahun itu tak kuasa berdiri. Dengan kanker di payudara sebelah kanan yang menyebar ke bagian depan tubuhnya, ia tak bisa lagi leluasa bergerak. Buang air besar dan air kecil pun ia lakukan di gerobak.

Setelah suaminya meninggal, Rosida pernah tinggal bersama saudaranya. Anak laki-lakinya tidak diketahui keberadaannya. Karena saudaranya tak sanggup lagi mengurusnya, Rosida akhirnya tinggal di kamar kontrakan. Untuk menyambung hidup, ia menjadi pekerja rumah tangga dan memulung barang bekas.

Rabu, 10 Februari 2016

Kompas Edisi Rabu 10 Februari 2016

Kompas Edisi Rabu 10 Februari 2016

Pers Harus Bangun Optimisme

Presiden: Media Massa Bisa Menjadi Cahaya Moral


MATARAM, KOMPAS — Dunia pers turut bertanggung jawab membangun bangsa dan meningkatkan daya saing di era globalisasi. Salah satunya dengan menyajikan pemberitaan yang beretika, membangun optimisme dan etos kerja, sehingga menghasilkan produktivitas tinggi.

"Di era kompetisi antarnegara saat ini, yang dibutuhkan kepercayaan. Investasi akan mengalir apabila ada kepercayaan dan salah satunya dihasilkan oleh media dengan membangun persepsi melalui pemberitaan," ujar Presiden Joko Widodo pada acara puncak peringatan Hari Pers Nasional 2016 di Pantai Kuta, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Selasa (9/2).

Upaya membangun kepercayaan itu menjadi tantangan pada era kemerdekaan pers karena arus informasi mengalir deras, beragam, bahkan kadang menyesatkan dan mengganggu akal sehat. Informasi yang dimaksud yang tidak berdasarkan fakta, mengandung opini, bahkan kadang terjebak pada upaya mengejar sensasi semata.

Beberapa media massa daring (online), menurut Presiden, menyajikan pemberitaan yang tidak akurat karena mengejar kecepatan tayang. Selain itu, pemberitaan juga tidak berimbang, rancu antara fakta dan opini penulisnya, bahkan terkadang pemberitaan itu bersifat menghakimi.


TERORISME

Anggota NIIS Divonis Bersalah


JAKARTA, KOMPAS — Pengadilan Negeri Jakarta Barat memvonis tujuh pengikut atau simpatisan Negara Islam di Irak dan Suriah dengan hukuman 3-5 tahun penjara. Para terpidana itu pernah pergi ke Suriah sebagai pengikut NIIS pada 2014 kemudian tinggal di negara itu selama 3-7 bulan.

Ketujuh simpatisan/pengikut Negara Islam di Irak dan Suriah (NIIS) yang divonis itu adalah Helmi Muhammad Alamudi, Tuah Febriawansyah, Ahmad Junaedi, Aprimul Henry alias Abu Adim, Ridwan Sungkar alias Abu Bilal, Abdul Hakim Munadari, dan Koswara alias Ibnu Abdillah atau Abu Hanifah.

Majelis hakim PN Jakarta Barat yang terdiri dari Achmad Fauzi, Mochammad Arifin, dan Syahlan mengatakan, tujuh simpatisan/pengikut NIIS itu telah menyebarkan paham radikal, menyembunyikan teroris, dan menimbulkan rasa takut atau teror kepada warga lainnya yang tidak sepaham dengan mereka.


TRADISI ILMIAH

Memori Kelam GMT 1983 Jangan Sampai Terulang


Gerhana matahari total yang melintasi Pulau Jawa, Sabtu, 11 Juni 1983, merupakan kenangan pahit bangsa Indonesia. Saat banyak peneliti dan wisatawan asing ke Indonesia, masyarakat justru terkurung dalam rumah dan kolong meja yang gelap.

Sebagian besar orang yang tinggal di Pulau Jawa pada masa itu tentu mengalaminya. Sejak pagi, aparat keamanan dan pemerintah desa berkeliling mengingatkan warga agar menutup semua jendela, lubang angin, dan genteng kaca untuk menghalangi sinar matahari masuk rumah. Dengan alasan cahaya gerhana matahari bisa menyebabkan buta, pemerintah memaksa rakyatnya diam dalam rumah.

Suasana rumah yang gelap di pagi hari itu ternyata belum cukup. Anak-anak diminta bersembunyi di kolong meja atau dalam lemari karena dianggap cahaya gerhana matahari lebih berbahaya bagi mereka dibandingkan bagi orang dewasa. Sesekali, mereka diizinkan melihat tayangan suasana gerhana matahari yang disiarkan Televisi Republik Indonesia (TVRI) langsung dari Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Selasa, 09 Februari 2016

Kompas Edisi Selasa 9 Februari 2016

Kompas Edisi Selasa 9 Februari 2016

Pemborosan Anggaran Masih Terjadi

Tiga Menteri Temukan Inefisiensi


JAKARTA, KOMPAS — Meski kualitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara membaik, masih ditemukan pemborosan dalam pembelanjaan kementerian. Pola-pola lama berupa pengulangan penganggaran proyek, acara mubazir, hingga dinas luar kota tak bermanfaat muncul saat penganggaran.

Pemborosan itu terlihat pada masa awal ketika APBN 2015 dimulai. Kementerian Keuangan melalui evaluasi belanja mendapati inefisiensi Rp 8,92 triliun atau sekitar 1 persen dari seluruh belanja pemerintah. Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro di Jakarta, Senin (8/2), menyatakan, masih banyak pemborosan anggaran di sejumlah kementerian dan lembaga negara.

Pemborosan itu berupa anggaran yang melebihi standar, duplikasi satu program di beberapa kementerian dan lembaga, dan ketidaksesuaian antara tugas pokok dan fungsi kementerian serta program yang didesain.



IMLEK 2567

Warga Mohon Kedamaian dan Kesejahteraan


PONTIANAK, KOMPAS — Perayaan tahun baru Imlek, Senin (8/2), berlangsung meriah di sejumlah daerah. Sejak Minggu malam, warga Tionghoa di beberapa daerah yang merayakan Imlek mendatangi klenteng-klenteng untuk berdoa meski saat itu diguyur hujan. Mereka berharap dalam Tahun Monyet Api ini semua manusia diberikan kedamaian dan kesejahteraan.

Ahong (50), warga Pontianak, Kalimantan Barat, seusai berdoa di Klenteng Bodhisatva Karaniya Metta, mengatakan, dirinya bersama teman-temannya berdoa memohon agar rakyat Indonesia selalu dilindungi kedamaian dan diberikan kesejahteraan. "Kalau bangsa ini damai, masyarakat akan bekerja dengan tenang dan nyaman sehingga memberikan kesejahteraan yang berlimpah," kata Ahong yang dibenarkan Ahyong, warga lainnya yang juga merayakan Imlek.

Ribuan warga Tionghoa juga memadati Klenteng Tridharma Chandra Nadi (Soei Goeat Kiong) di Kota Palembang, yang dikenal dengan nama Dewi Kwam Im dan berada di tepi Sungai Musi. Lili Marisa (32), warga Palembang, setelah berdoa, melepaskan sekumpulan burung pipit sebagai tanda kasih sayang kepada makhluk hidup. "Di tahun yang baru, kita harus saling mengasihi dan terus berdoa agar diberi keselamatan dan kesehatan," kata Lili yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang ini.



WISATA

Menanti Mandalika Bangkit dan Bersolek


Puluhan perahu berjajar di Pantai Serek, Desa Kuta, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Senin (8/2). Sebagian nelayan pemilik perahu berteduh di bawah pohon dan sebagian duduk lesehan di hamparan pasir putih keemasan sekitar 100 meter dari bibir pantai.

Herman (26), Mardian (33), dan Nonik (40), tiga di antara puluhan nelayan, sudah hampir empat bulan tak melaut karena hujan dan gelombang tinggi. Selama tak melaut, tak ada pula pekerjaan sampingan. Alhasil, tak ada pendapatan uang untuk keluarga.

"Sudah dua bulan dikejar terus oleh petugas bank karena tak bayar cicilan utang. Jangankan buat nyicil, buat makan sehari-hari saja susah. Sekolah tiga anak saya dibiayai pamannya," ujar Nonik, ayah empat anak.

Minggu, 07 Februari 2016

Kompas Edisi Minggu 7 Februari 2016

Kompas Edisi Minggu 7 Februari 2016

Ratusan Korban Tertimbun

Sedikitnya 13 Orang Tewas akibat Gempa Bumi di Taiwan


TAINAN, SABTU — Keluarga dari ratusan korban yang tertimbun bangunan apartemen di Tainan, Taiwan, berharap keajaiban saat petugas mencari korban di balik reruntuhan, Sabtu (6/2). Bangunan 16 lantai itu runtuh akibat gempa bumi bermagnitudo 6,4 yang mengguncang Taiwan selatan.

Guncangan besar itu terjadi sekitar pukul 04.00 saat orang tertidur lelap. Hingga Sabtu malam dilaporkan sedikitnya 13 orang tewas dan lebih dari 400 orang cedera.

Badan Pemadam Kebakaran Nasional mengatakan, 11 korban tewas ditemukan di reruntuhan kompleks apartemen Wei-kuan, termasuk seorang bayi perempuan yang baru berusia 10 hari dan dua anak lain. Dua korban tewas lainnya ditemukan di bagian lain Tainan, kota yang paling parah terdampak bencana. Keduanya tewas akibat tertimpa reruntuhan bangunan.



HUT PARTAI GERINDRA

Demokrasi Butuh Keseimbangan


JAKARTA, KOMPAS — Sekalipun sebagian partai politik anggota Koalisi Merah Putih mengubah sikap politiknya dengan merapat ke pemerintahan Joko Widodo-Jusuf kalla, Partai Gerakan Indonesia Raya memutuskan tetap ada di luar pemerintahan. Gerindra konsisten di posisi ini karena demokrasi yang baik menuntut adanya pengawasan dan keseimbangan.

"Kalau semuanya satu suara, semuanya menyatakan setuju, apa senang demokrasi seperti itu? Di situlah peran Gerindra (sebagai pengawas dan penyeimbang), dan Gerindra setia dengan peran itu," kata Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto seusai perayaan ulang tahun ke-8 Gerindra di Jakarta, Sabtu (6/2).

Pidato politik Prabowo menjadi inti dari perayaan HUT Gerindra yang kemarin dihadiri ribuan kadernya. Tidak tampak pimpinan partai politik lain pada acara itu.



KEHIDUPAN

Sebut Nama Saya, Andy Go To School...


Nama adalah puisi terindah bagi pemiliknya. Nama juga menyimpan cita-cita agung pemberinya. Dari ragam dan keunikan nama, terpatri pergulatan batin sekaligus harapan yang bersemayam di benak orangtua ketika menamai anaknya.

Dalam perspektif itu, tidak ada nama yang tidak keren. Namun, kerap nama itu mengandung beban bagi penyandangnya.

Simaklah cerita Goto (30) yang bernama lengkap Andy Go To School, warga Desa Tegalarum, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Sejak kecil, nama yang disandang itu kerap menjadi beban karena menjadi bahan olok-olok teman-teman sekolah. Sebelumnya, Andy Go To School yang akrab disapa Goto ini sama sekali tidak menyadari makna atau keunikan namanya. Ia baru mengetahuinya setelah belajar bahasa Inggris di bangku SMP.

Sabtu, 06 Februari 2016

Kompas Edisi Sabtu 6 Februari 2016

Kompas Edisi Sabtu 6 Februari 2016

Pemerintah Coba Atasi Ketimpangan

Akses Warga Miskin Diperbaiki


JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah berupaya mengatasi ketimpangan yang semakin melebar, khususnya di wilayah perkotaan. Akses layanan kebutuhan dasar, terutama untuk keluarga miskin di perkotaan, akan diperbaiki. Program untuk wilayah yang mengalami ketimpangan juga akan difokuskan.

Ketimpangan pendapatan penduduk di perkotaan yang melonjak itu terlihat pada kenaikan rasio gini perkotaan dari 0,43 pada September 2014 menjadi 0,47 per September 2015. Rasio gini perkotaan itu lebih buruk daripada rasio gini nasional yang secara rata-rata sebesar 0,41.

Sementara itu, rasio gini di perdesaan mengalami penurunan dari 0,34 pada September 2014 menjadi 0,27 pada September 2015 (Kompas, Jumat, 4/2).

Sekretaris Eksekutif Tim Nasional Penanggulangan Percepatan Kemiskinan Bambang Widianto, kemarin, mengatakan, untuk menanggulangi kemiskinan dan mengurangi ketimpangan secara efektif memang diperlukan upaya yang sinergis dan fokus.


PERAYAAN IMLEK

Tiket KA, Pesawat, dan Hotel Habis Dipesan


JAKARTA, KOMPAS — Pada libur tahun baru Imlek 2567, tiket kereta dan pesawat untuk perjalanan Jumat (5/2) hingga Senin (8/2), serta hotel di sejumlah daerah wisata, habis dipesan. Selain untuk mudik ke kampung halaman, banyak juga pemesan yang akan menikmati berbagai atraksi dalam rangka perayaan Imlek.

Pantauan Kompas di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Jumat, tiket kereta api untuk sejumlah jurusan di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur habis terjual.

Data Humas PT KAI Daerah Operasi I Jakarta, okupansi kereta api untuk keberangkatan Sabtu dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen sudah mencapai 95 persen. Tak sedikit di antara penumpang kereta api adalah wisatawan mancanegara.


TINJU

Menanti Daud Yordan Jadi Juara Dunia


Bertarung menjadi jalan hidup petinju Daud "Cino" Yordan (28). Daud kecil bertarung melawan kemiskinan. Saat dewasa, Daud bertarung menghadapi lawan demi impiannya menjadi juara dunia. Kemenangan atas Yoshitaka Kato menjadi bagian dari perjalanan Daud menuju mimpinya.

Daud bertarung di Balai Sarbini, Jakarta, Jumat (5/2) malam, menghadapi penantangnya dari Jepang dalam perebutan gelar juara kelas ringan Organisasi Tinju Dunia (WBO) Asia Pasifik dan Afrika. Ketiga juri memberikan kemenangan angka untuk Daud, yaitu 88-84, 97-84, dan 88-83.

Pertandingan dihentikan wasit pada ronde kesembilan karena kelopak mata kiri Daud berdarah akibat benturan kepala dengan lawannya. Pertarungan rapat membuat benturan kepala pun tak terhindarkan.

Jumat, 05 Februari 2016

Kompas Edisi Jumat 5 Februari 2016

Kompas Edisi Jumat 5 Februari 2016

Ketimpangan di Kota Melonjak

Kenaikan Harga Pangan Sebabkan Peningkatan Kemiskinan


JAKARTA, KOMPAS — Ketimpangan pendapatan penduduk di perkotaan melonjak. Kondisi ini terlihat pada kenaikan rasio gini perkotaan dari 0,43 pada September 2014 menjadi 0,47 per September 2015. Peningkatan ini diduga akibat urbanisasi yang semakin deras.

Rasio gini perkotaan itu lebih buruk daripada rasio gini nasional yang secara rata-rata sebesar 0,41. Kondisi sebaliknya, rasio gini di perdesaan mengalami penurunan dari 0,34 pada September 2014 menjadi 0,27 pada September tahun 2015.

Rasio gini adalah ukuran ketimpangan pendapatan secara keseluruhan yang angkanya berkisar 0 hingga 1. Angka 0 berarti pemerataan yang sempurna, sedangkan angka 1 menunjukkan ketimpangan yang sempurna. Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2016, rasio gini turun menjadi 0,39.


Pendidikan

Pendanaan PTN Tanggung Jawab Negara


JAKARTA, KOMPAS — Gagasan menghapus batas atas biaya kuliah di perguruan tinggi negeri mendapat penolakan. Penghapusan batas atas biaya kuliah dinilai sebagai upaya negara melepaskan tanggung jawab pada pendidikan tinggi karena mendorong perguruan tinggi negeri mencari dana dari mahasiswa.

Wacana mengkaji kembali penetapan biaya kuliah mahasiswa atau uang kuliah tunggal (UKT) di perguruan tinggi negeri (PTN) mencuat dalam Rapat Kerja Nasional Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi 2016.

Selama ini, penetapan batas atas UKT diserahkan kepada setiap PTN, yang saat ini jumlahnya 78 PTN. PTN-PTN tersebut menerima mahasiswa melalui Seleksi Nasional Masuk PTN.


Tahun Monyet Api

Penuh Kebersamaan dan Kreativitas


Tiga hari lagi, tepatnya 8 Februari 2016, Tahun Kambing Kayu yang tenang akan digantikan oleh Tahun Monyet Api yang lincah. Warga Tionghoa di Tanah Air, di Tiongkok, dan di berbagai penjuru dunia bersiap-siap menyambut tahun baru, Tahun Monyet Api yang optimistis.

Monyet diasosiasikan sebagai hewan yang memiliki sifat cerdas, ceria, kreatif, dan aktif bergerak, tetapi terkadang culas dan licik. Karena itu, monyet sering dianggap sebagai hewan yang mampu menyelesaikan berbagai persoalan dan dapat bekerja sama dengan baik dalam kelompok. Itu sebabnya, ada harapan berbagai masalah politik, ekonomi, sosial, dan budaya yang dialami bangsa ini bisa diselesaikan pada Tahun Monyet Api ini.

Budaya Tionghoa sudah menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Suasana keriuhan tahun baru Imlek juga mulai terasa di beberapa wilayah di Indonesia. Di Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (4/2), diselenggarakan Pasar Imlek Semawis. Di pasar ini dimunculkan sajian terkenal di Guangdong, Tiongkok, yakni ayam garam (pesak) dengan tema "Tuk Panjang, Sedepa Jadi Sehasta".