Senin, 31 Agustus 2015

Kompas, Edisi, Senin, 31 Agustus 2015

Kompas, Edisi, Senin, 31 Agustus 2015

Kematangan Demokrasi Diuji

Pelaksanaan Pilkada Serentak di 262 Daerah Tinggal 3,5 Bulan Lagi


JAKARTA, KOMPAS — Kematangan demokrasi Indonesia diuji kembali dalam pemilihan kepala daerah secara serentak pada 9 Desember 2015. Kali ini adalah pesta demokrasi di 262 daerah yang pelaksanaannya tinggal 3,5 bulan lagi. Hal ini menjadi tantangan bagi demokrasi selanjutnya di tingkat lokal.

Pilkada serentak sebenarnya bukan pertama kali di Indonesia. Pada 9 April 2012, Aceh menggelar pemilihan gubernur dan 17 bupati/wali kota secara serentak. Saat itu, ada 142 pasangan calon yang bertarung.

Tahapan pilkada serentak sejauh ini belum berjalan mulus. Dari semula akan digelar di 269 daerah, tujuh daerah lain tidak mendapatkan minimal dua pasangan bakal calon peserta pilkada. Artinya, baru 262 daerah yang pasangan bakal calon peserta pilkadanya sudah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum daerah.


PILKADA SURABAYA

Drama Politik yang Tak Kunjung Usai


 Subandi (50), seorang penjual rujak keliling, menggelengkan kepala ketika mendengar kabar bahwa Komisi Pemilihan Umum Kota Surabaya akan membuka kembali pendaftaran peserta pemilihan kepala daerah untuk keempat kalinya, Minggu (30/8). Sebagai warga biasa, Subandi lelah mengikuti informasi itu.

Ia tidak bisa memahami mengapa kota sebesar Surabaya terkesan sulit sekali mencari calon pemimpin. Padahal, kota ini memiliki banyak perguruan tinggi ternama. Orang yang punya keahlian menata dan mengelola sebuah kota pun seharusnya tidak sulit ditemukan. Namun, berbagai kejutan dan masalah terus muncul di setiap tahapan pilkada Surabaya.

Masalah pertama muncul ketika pada pendaftaran peserta pilkada 26-28 Juli 2015, hanya pasangan calon petahana, yaitu Tri Rismaharini dan Whisnu Sakti Buana, yang mendaftar. Hingga pendaftaran usai, tidak ada pasangan calon lain yang mendaftar.

Malaysia

Tekanan terhadap PM Najib Menguat


KUALA, LUMPUR Puluhan ribu warga Malaysia bertahan di sekitar Lapangan Merdeka, Kuala Lumpur, Minggu (30/8) malam, di akhir hari kedua unjuk rasa besar-besaran gerakan Bersih 4.0. Mereka mendengarkan orasi yang disampaikan aktivis di panggung. Ribuan warga juga berjalan kaki meneriakkan yel-yel anti pemerintah.

Atmosfer kekecewaan terhadap pemerintahan Perdana Menteri Najib Razak disampaikan para demonstran, seperti dilaporkan wartawan Kompas, Wisnu Dewabrata, dari Kuala Lumpur. Mereka kecewa karena menilai pemerintah gagal menyejahterakan rakyat. "Ekonomi memburuk. Biaya hidup semakin berat, juga pajak. Namun, pendidikan turun kualitasnya. Anak-anak sekolah tak lagi wajib berbahasa Inggris. Bagaimana bisa bersaing," ujar Khaty (45), ibu rumah tangga asal Kuala Lumpur.

Ahmad Lukman (26), peternak unggas asal Kedah, bersama rekan-rekannya menggunakan 13 mobil menuju Kuala Lumpur untuk berpartisipasi. "Rakyat sudah muak. Kami ingin pemerintahan diganti lewat pemilihan umum yang bersih," ujar Ahmad.

Minggu, 30 Agustus 2015

Kompas, Edisi, Minggu, 30 Agustus 2015

Kompas, Edisi, Minggu, 30 Agustus 2015

Siswa SD-SLTA Diliburkan

Kabut Asap Semakin Pekat dan Meluas hingga Aceh


JAMBI, KOMPAS — Udara di Kota Jambi, Jambi, dan Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, tidak sehat lagi seiring makin pekatnya kabut asap akibat kebakaran lahan. Untuk mengantisipasi meluasnya dampak asap, kegiatan belajar-mengajar di sekolah di daerah itu diliburkan, Sabtu (29/8).

"Kondisi udara semakin buruk sehingga kami mengantisipasi dampak kesehatan anak sekolah dengan meliburkan sementara kegiatan belajar-mengajar," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi Syaiful Huda, Sabtu.

Berdasarkan pengukuran kualitas udara, Badan Lingkungan Hidup Daerah Jambi mendeteksi indeks standar pencemar udara (ISPU) telah mencapai angka 126, alias berstatus tidak sehat. Sesuai pedoman teknis dan pelaporan serta informasi ISPU, dalam status di atas 101, kandungan particulate matter (PM) 10 yang tinggi telah dianggap sangat mengganggu jarak pandang dan mengakibatkan pengotoran debu di mana-mana. Kandungan nitrogennya dapat berdampak pada peningkatan reaktivitas pembuluh tenggorokan.


Thailand

Polisi Tangkap Seorang Tersangka Pengeboman


BANGKOK, SABTU — Pengungkapan kasus peledakan bom di Kuil Erawan, Bangkok, Thailand, mulai menunjukkan kemajuan. Kepolisian Thailand, Sabtu (29/8), menangkap seorang pria asing yang diduga terlibat dalam pengeboman kuil tersebut.

Juru Bicara Kepolisian Letnan Jenderal Prawut Thavornsiri menyatakan, pria itu, yang diperkirakan juga terlibat dalam ledakan sehari setelah pengeboman di Kuil Erawan, ditangkap di apartemen di pinggiran Bangkok. Sabtu siang, polisi menggerebek apartemen itu dan menemukan sejumlah bahan yang diduga untuk membuat bom, yang mungkin digunakan dalam serangan di Kuil Erawan pada 17 Agustus lalu.

Menurut Prawut, pria yang ditangkap itu kelihatan cocok dengan sosok yang diburu polisi. ”Polisi juga menemukan begitu banyak bahan yang dapat digunakan sebagai bom,” ujarnya.


Kehidupan Spiritual

Air untuk Kemakmuran Bali


Bagi umat Hindu Bali, air merupakan sumber kehidupan yang wajib dipelihara. Begitu pula Danau Batur dan Gunung Batur yang dipercaya sebagai istana Dewi Danu, dewi pelindung pertanian. Tak heran, Danau Batur dipagari banyak pura dengan dupa persembahyangan yang tak henti untuk kemakmuran Bali.

 ”I rika Sang Gnijaya mawarah-warah ring wong Bali kabeh: mangke angenemu mretha. Aywa sira lupa, nunas mretha ring hulundanu, apan manira ngamrethanin wong Bali kabeh, tan paran mapinunas mretha ring parahyangan ira ring hulundanu ngawe gemuh ikangrat... (Di sini, Sang Gnijaya bersabda kepada rakyat Bali: sekarang kalian mendapatkan air sumber kehidupan. Jangan lupa mohon amertha di Hulundanu, sebab akulah yang menghidupi masyarakat Bali semua. Barang siapa memohon amertha kepadaku niscaya akan memperoleh kemakmuran...).”

Kutipan kalimat dari prasasti tua itu dipajang di papan besar di bagian muka Pura Hulundanu Batur di tepi Danau Batur di Desa Pakraman Songan, Bangli. Pura Hulundanu Batur merupakan stana (kediaman) Dewi Danu yang dibangun tahun 380 Saka atau 458 Masehi oleh adiknya, Sang Hyang Gnijaya, yang beristana di Gunung Lempuyang dan Sang Hyang Putrajaya yang bermukim di Besakih, Gunung Agung.

Sabtu, 29 Agustus 2015

Kompas, Edisi, Sabtu, 29 Agustus 2015

Kompas, Edisi, Sabtu, 29 Agustus 2015

Komunikasi Jadi Kunci Efektivitas Kebijakan

Selesaikan Persoalan Persepsi


JAKARTA, KOMPAS — Komunikasi menjadi faktor penting dalam rencana pengguliran kebijakan pemerintah. Komunikasi efektif perlu hadir, baik dalam interaksi di dalam pemerintahan, seperti antara presiden dan para menteri, maupun antara pemerintah dan pelaku usaha.

Melalui komunikasi itu akan muncul masukan dan pendapat sebelum sebuah kebijakan diterbitkan. Dengan demikian, kebijakan bisa tepat sasaran.

Hal ini berkaitan dengan paket kebijakan ekonomi yang sedang disiapkan pemerintah untuk menjawab pelemahan ekonomi global. Paket kebijakan itu diharapkan menggerakkan perekonomian nasional dan mendorong valuta asing masuk kembali ke Indonesia.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Bidang Industri Pengolahan Makanan dan Komoditas Strategis Juan Permata Adoe saat berkunjung ke Redaksi Kompas, di Jakarta, Jumat (28/8), menyebutkan, komunikasi diperlukan agar tidak terjadi salah paham dalam menghadapi suatu persoalan. Komunikasi itu termasuk dengan pengusaha.

BURUH BERTAHAN

Pilih Mandiri ketimbang ”Berjudi”


Tidak ingin terlalu lama terpuruk, mereka mencoba bangkit dengan tangan sendiri. Tidak ingin ”berjudi”, mereka memilih untuk mandiri.

Asep Sutrisna (40), warga Rancabentang, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat, bergegas meninggalkan pabrik tempatnya bekerja menuju ke rumahnya. Jarum jam tepat menunjukkan pukul 12.00.

Tak ada makan siang pada jam istirahat itu. Semalam, ia sudah berjanji bertemu Nia Rusmiati (31), tetangganya, untuk menyerahkan upah pengemasan keripik pisang selama seminggu terakhir. Tiba di rumah sekitar 10 menit kemudian, Nia sudah menanti. Dia membawa setumpuk kemasan keripik pisang berukuran 5 sentimeter (cm) x 7 cm. ”Hatur nuhun, Pak,” kata Nia saat menerima uang Rp 102.000 dari Asep. Uang itu cukup untuk memenuhi kebutuhan tiga anaknya saat suaminya belum mendapatkan tawaran pekerjaan.

LIGA CHAMPIONS

Klub "Gurem" Bersaing di Liga Kasta Tertinggi


NICOSIA, KAMIS — Stanimir Stoilov, pelatih klub FC Astana, meloncat kegirangan saat Nemanja Maksimovic menjebol gawang APOEL Nicosia, enam menit jelang berakhirnya laga putaran kedua play off Liga Champions, Kamis (27/8), di Stadion Neo GSP, Nicosia, Siprus. Gol penyeimbang oleh Maksimovic mengubah skor menjadi 1-1 dan memastikan klub asal Kazakhstan itu lolos ke fase grup Liga Champions.

Astana unggul dengan agregat 2-1 atas APOEL Nicosia sehingga menjadi klub Kazakhstan pertama yang lolos ke babak utama Liga Champions. Keberhasilan itu langsung membuat semua warga di Astana larut dalam sorak-sorai.

"Sulit menggambarkan betapa pentingnya laga kemarin malam untuk pembangunan sepak bola dan olahraga di seluruh Kazakhstan," kata Darhan Kaletaev, Ketua Dewan Komisaris FC Astana, Kamis, di Astana. Juara Liga Kazakhstan itu akan bertemu Atletico Madrid (Spanyol), Benfica (Portugal), dan Galatasaray (Turki) di Grup C. Atletico runner-up Liga Champions 2013/2014. Benfica klub elite Portugal dan dua kali juara Piala Eropa di era 1960-an. Galatasaray juara Piala UEFA 2000.

Jumat, 28 Agustus 2015

Kompas, Edisi, Jumat, 28 Agustus 2015

Kompas, Edisi, Jumat, 28 Agustus 2015

Indonesia Tarik Valuta Asing

Kebijakan untuk Hadapi Tekanan terhadap Rupiah


JAKARTA, KOMPAS — Pemerintah menyiapkan paket kebijakan ekonomi baru untuk menjawab tantangan pelemahan ekonomi global yang saat ini sedang terjadi. Kebijakan itu diharapkan bisa menggerakkan perekonomian nasional dan mendorong masuknya valuta asing ke Indonesia.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan, pemerintah berkepentingan menarik valuta asing masuk ke Indonesia. Langkah itu diharapkan mampu menurunkan tekanan dollar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah.

"Paket ini menyangkut sektor riil, keuangan, deregulasi kelembagaan dan aturan, penerbitan kebijakan baru, serta pemberlakuan tax holiday," kata Darmin seusai bertemu Presiden Joko Widodo di Kantor Presiden, di Jakarta, Kamis (27/8). Tax holiday adalah masa bebas pajak.



Dana Desa

Mendagri Geram Penyaluran Baru Mencapai 20 Persen


JAKARTA, KOMPAS —Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo geram karena penyaluran dana pembangunan desa sampai saat ini baru mencapai 20 persen. Padahal, instruksi dan radiogram sudah disampaikan kepada para kepala daerah di seluruh Indonesia.

Bahkan, kepala daerah sudah dipanggil ke pusat, begitu pula sekretaris daerah. Kepala biro keuangan dan kepala dinas keuangan pemerintah daerah juga sudah dipanggil, begitu pula DPRD.

”Akar masalahnya adalah birokrasi yang berbelit-belit dan panjang. Tingkat kabupaten/kota memang harus merencanakan anggaran secara detail, tetapi untuk tingkat kepala desa cukuplah selembar untuk mengajukan perencanaan pembangunan desa,” tutur Tjahjo, Kamis (27/8), di Jakarta.

Apalagi, bulan-bulan ini, pertumbuhan ekonomi sedang kritis. Anggaran Rp 20,77 triliun yang seharusnya sudah beredar di masyarakat masih disimpan di bank.

Namun, dia optimistis masih ada waktu untuk segera mencairkan dana desa yang telah dialokasikan pemerintah itu.

Desa Mandiri

Swadaya Membangun dari Potensi Lokal


Menjelang sore, Pantai Pandawa yang berlokasi di Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, masih ramai dikunjungi wisatawan domestik dan beberapa turis asing. Pemandangan tebing dan jalur menuju pantai berliku-liku menjadi sensasi tersendiri.

Pandawa pun dikenal sebagai secret beach (pantai rahasia) karena dikelilingi tebing-tebing yang tinggi. Siapa sangka bahwa jalan berpagar tebing itu dulunya adalah tebing. Sekitar tahun 1999, masyarakat secara swadaya berusaha membukanya. Tahun 2004, tebing itu terbuka, sebagai jalan tembus menuju ke pantai. Terbukanya jalan tebing itu memberikan kontribusi pendapatan masyarakat sekitar Rp 10 juta per bulan dari pariwisata Pantai Pandawa.

Tahun 2014, pemasukan desa dari wisata Pantai Pandawa tercatat sekitar Rp 5 miliar. Pendapatan ini masih masuk ke Desa Adat Kutuh yang digunakan untuk meringankan beban masyarakat dari iuran upacara adat hingga perbaikan infrastruktur.

Kamis, 27 Agustus 2015

Kompas, Edisi, Kamis, 27 Agustus 2015

Kompas, Edisi, Kamis, 27 Agustus 2015

Dana Desa Masih Tersumbat

Menteri, Bupati, Wali Kota Perlu Ambil Langkah


JAKARTA, KOMPAS — Penyaluran dana desa tahun 2015 sebesar Rp 20,77 triliun untuk 74.093 desa masih tersumbat. Puluhan ribu desa belum menerima sepeser pun. Selain menggembosi daya tumbuh ekonomi, gagasan membangun dari pinggiran juga belum sepenuhnya terwujud.

Pemantauan Kompas di sejumlah desa di Maluku Tenggara Barat, Maluku, misalnya, hingga Rabu (26/8), dana desa belum diterima.

Kepala Desa Lorulun Firminus Torimtubun mengatakan sudah menyelesaikan dokumen yang dibutuhkan sebagai syarat pencairan dana desa sejak dua minggu lalu dan telah mengirimkannya kepada Camat Wertamrian. Dokumen itu, antara lain, adalah Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).


IHSG dan rupiah

Lepas Dollar AS untuk Bantu Perekonomian


JAKARTA, KOMPAS — Kebijakan moneter bank sentral Tiongkok menurunkan suku bunga acuan meningkatkan risiko di negara kawasan Asia. Penurunan suku bunga acuan itu untuk mendorong konsumsi domestik Tiongkok. Kombinasi devaluasi yuan, yang sudah dilakukan sebelumnya, dan penurunan suku bunga acuan diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang melambat.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate, nilai tukar rupiah Rp 14.102 per dollar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan Reuters.com, rupiah diperdagangkan di pasar spot pada Rp 14.070-Rp 14.123 per dollar AS. Menurut ekonom pasar global Bank Permata, Joshua Pardede, Rabu (26/8), penurunan suku bunga acuan bank sentral Tiongkok akan melemahkan nilai tukar yuan terhadap dollar AS. Nilai tukar mata uang negara-negara Asia, termasuk rupiah, terseret turun.

IHSG menguat


Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo, Rabu, bertemu pimpinan DPR di Senayan, Jakarta. Ia mengimbau pengusaha rela melepas mata uang dollar AS. Dengan demikian, dollar AS dalam negeri tetap tersedia dan perekonomian dalam negeri terbantu. Ini terkait dengan transaksi berjalan Indonesia yang masih defisit 4,477 miliar dollar AS pada triwulan II-2015 atau 2,05 persen produk domestik bruto.

Rabu, 19 Agustus 2015

Kompas, Edisi, Rabu, 19 Agustus 2015

Kompas, Edisi, Rabu, 19 Agustus 2015

Dua WNI Jadi Korban Bom

11 dari 20 Korban Meninggal Warga Negara Asing


BANGKOK, KOMPAS — Pemerintah RI mengonfirmasi dua WNI korban ledakan bom di pusat kota Bangkok, Thailand, Senin (17/8) malam, adalah pasangan suami istri Hermawan Indradjaja (61) dan Lioe Lie Tjing (61). Mereka berasal dari Jakarta dan sedang berwisata di Thailand.

Menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha C Nasir, Selasa, keduanya berada di lokasi ledakan saat peristiwa itu terjadi. "Sang istri (Lioe Lie Tjing) tewas. Jenazahnya dibawa ke rumah sakit. Adapun sang suami (Hermawan Indradjaja) terluka di kepala dan tengah dirawat di Rumah Sakit Hua Chiew Bangkok," paparnya.

Wartawan Kompas, Subur Tjahjono, dari Bangkok, melaporkan, Kedutaan Besar RI di Bangkok mengetahui keberadaan dan kondisi Hermawan Indradjaja dan Lioe Lie Tjing pada Selasa pagi. Berdasarkan penjelasan Koordinator Fungsi Sosial dan Budaya KBRI di Bangkok Subandrio, kedutaan meminta warga Indonesia yang berwisata dan tinggal di Bangkok kini sebaiknya menghindari keramaian.


HUT ke-70 RI

Parpol Menjadi Bagian dari Persoalan Bangsa


JAKARTA, KOMPAS — Hingga 70 tahun usia kemerdekaan Indonesia, partai politik belum bisa berperan optimal dalam mengupayakan terwujudnya cita-cita bangsa. Parpol justru menjadi bagian dari persoalan, bukan solusi bagi bangsa.

Pada saat yang sama, menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, Selasa (18/8), politik juga menjadi sangat transaksional dan garang. Ini menunjukkan politik mulai kehilangan bingkai keadaban dan spiritualitas.

Pengajar STF Driyarkara, Jakarta, Franz Magnis-Suseno, menilai, kini parpol malah jadi beban bagi kehidupan demokrasi.

"Parpol seperti hanya terdiri atas orang-orang yang mencari kesempatan berpolitik, bahkan kadang untuk memperkaya diri. Jadi, dari demokrasi kita, unsur yang paling lemah justru parpol dan kalau itu tidak bisa diperbaiki, kita akan mengalami masalah dengan demokrasi kita," tuturnya.


Kecelakaan Trigana Air

"Pesawat Bapak Hilang Kontak Bu..."


Sebuah foto pesawat dengan bingkai berukuran 60 cm x 80 cm terpajang di ruang tamu kediaman Hasanuddin, pilot pesawat Trigana Air yang jatuh di Papua. Selasa (18/8) malam, puluhan kerabat dan tetangga menyampaikan dukacita ke rumah Hasanuddin di Desa Kadu Jaya, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten.

Dua bendera kuning terpancang di pagar rumah dua lantai tersebut. Malam itu, keluarga mengadakan pengajian atas kepergian Hasanuddin, pilot pesawat ATR 42-400 bernomor registrasi PK-YRN milik maskapai Trigana Air dengan nomor penerbangan IL-267.

Susana duka menyelimuti kediaman Hasanuddin. Kerabat yang datang pun tak kuasa menahan tangis.

"Ibu (Siti Zaenab, istri Hasanuddin) sudah beberapa kali pingsan," ujar Ridwan Iskandar (36), keponakan Hasanuddin.

Baru sekitar lima tahun Hasanuddin dan keluarga mendiami rumah tersebut. Sebelumnya, keluarga Hasanuddin bermukim di Karawaci, Tangerang.

Selasa, 18 Agustus 2015

Kompas, Edisi, Selasa, 18 Agustus 2015

Kompas, Edisi, Selasa, 18 Agustus 2015

Siswa Impikan RI Bebas Korupsi

HUT Ke-70 RI Meriah


JAKARTA, KOMPAS — Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8), berlangsung berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Selain mengundang masyarakat umum, acara itu juga diisi oleh dua pelajar yang membacakan impiannya tentang Indonesia.

 Impian yang dibacakan dua siswa dalam acara itu antara lain Indonesia bebas dari korupsi dalam 10 tahun ke depan. Impian ini disambut tepuk tangan hadirin dalam acara itu, mulai dari elite negeri ini, wakil negara sahabat, hingga sekitar 2.000 warga biasa. Impian siswa itu selanjutnya akan dimasukkan ke dalam kapsul mimpi dan dibuka 70 tahun lagi.

Upacara di Kompleks Istana Kepresidenan ini merupakan bagian dari rangkaian Peringatan HUT Ke-70 RI. Sebelumnya digelar renungan suci di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada Senin pukul 00.00 dan resepsi kenegaraan pada malam harinya.

KECELAKAAN TRIGANA AIR

Pesawat Hancur di Pegunungan Bintang


JAKARTA, KOMPAS — Manajer Keamanan Penerbangan PT Trigana Air Service Alfred A Purnomo memastikan pesawat Trigana Air nomor registrasi PK-YRN jenis ATR 42 yang membawa 49 penumpang dan 5 awak dari Bandara Sentani, Jayapura, menuju Oksibil, Senin (17/8), jatuh pada ketinggian sekitar 2.500 meter di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Alfred memastikan tim evakuasi telah tiba di lokasi kecelakaan dan menemukan pesawat dalam keadaan hancur. Akan tetapi, evakuasi korban dihentikan sementara pada pukul 16.00 WIT karena cuaca tidak mendukung. Lokasi kejadian juga curam dengan kemiringan 45 derajat sehingga helikopter sulit mendarat. Proses evakuasi akan dilanjutkan Selasa pukul 06.00 WIT.

Sampai pukul 22.00, pihak Trigana Air masih menyusun rencana keberangkatan keluarga korban dan kru pesawat menuju Sentani. Mereka dijadwalkan sudah tiba pada Selasa.


NASIONALISME

Cara Kami Mencintai


Memerdekakan diri, menjadi Indonesia, dan terus merawatnya karena rasa cinta. Tidak mudah. Setiap generasi punya tantangan dan cara sendiri. Tidak adil jika dibanding-bandingkan dengan acuan yang kerap tidak relevan. Seperti cinta yang banyak definisinya, begitu juga ungkapannya.

Kelompok musik pop Efek Rumah Kaca (ERK) memperdengarkan karya baru mereka selama tiga pekan terakhir. Tembang "Biru" berdurasi sembilan menit itu dengan musik cenderung rumit. Lagu anyar lain konon akan lebih panjang dari itu. Di tengah tidak bersahabatnya industri musik dan radio komersial pada lagu berdurasi panjang dan rumit, mereka tetap jalan terus.

Mereka memerdekakan diri dari kekhawatiran lagunya tidak akan diputar di radio. Trio Cholil Mahmud (vokal, gitar), Akbar Bagus Sudibyo (drum), dan Adrian Yunan Faisal (bas)-belakangan diisi Poppy Airil-membuat siasat. Lagu itu dipecah jadi dua, "Pasar Bisa Diciptakan" dan "Cipta Bisa Dipasarkan".

"Tidak ada substansi lagu yang hilang dari situ (pemecahan lagu)," kata Cholil. Strategi diambil ketika lagu sudah jadi sehingga strategi pemasaran tidak memengaruhi estetika yang mereka buat secara merdeka.