Wednesday, August 1, 2012

Kompas, Edisi, Rabu, 1 Agustus 2012

Kompas, Edisi, Rabu, 1 Agustus 2012
Kompas, Edisi, Rabu, 1 Agustus 2012

Pemerintah akan memperjelas batasan kegiatan usaha yang masuk kategori pertambangan dan usaha industri hasil tambang. Hal ini untuk membuka peluang investasi bidang industri pengolahan mineral logam sehingga nilai tambahnya dapat diraih industri domestik. | 1 Agustus 2012 | Hal 20

Petani garam di Jawa Timur yang sedang panen mengeluhkan rendahnya harga komoditas itu, yakni Rp 300.000 per ton atau Rp 300 per kilogram. Padahal, pemerintah menetapkan harga garam kualitas dua Rp 550 per kilogram. | 1 Agustus 2012 | Hal 21

Sebanyak 35 yacht (kapal kecil untuk pesiar atau lomba) yang membawa 175 turis asing dari Darwin, Australia, menuju Morotai, Maluku Utara, terhadang gelombang tinggi. Kapal ini lalu berbelok arah dan bergabung dengan 32 kapal lain yang telah merapat di Teluk Kupang. Di Kupang, jadwal perjalanan lanjutan berubah karena gelombang tinggi di perairan Nusa Tenggara Timur. | 1 Agustus 2012 | Hal 22

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Sumatera Selatan menduga ada upaya rekayasa pihak kepolisian dalam penembakan oleh anggota Brigade Mobil di Desa Limbang Jaya, Jumat pekan lalu. Hal itu diduga untuk menutupi adanya kesalahan prosedur. | 1 Agustus 2012 | Hal 22

Peremajaan permukiman padat penduduk di Jakarta mutlak diperlukan untuk memutus mata rantai kebakaran yang terus berulang. | 1 Agustus 2012 | Hal 26

Normalisasi Kali Pesanggrahan dikerjakan dengan melebarkan badan kali tersebut, dari semula 15 meter menjadi 40 meter. Pelebaran ini menggunakan lahan Taman Pemakaman Umum Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Pelaksana proyek harus merelokasi 1.776 makam di area tersebut. | 1 Agustus 2012 | Hal 27

Produk impor ilegal masih membanjiri sejumlah toko swalayan di Jakarta, Selasa (31/7). Produk makanan dan kosmetik ini masuk ke Indonesia tanpa jaminan mutu karena tidak terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan. | 1 Agustus 2012 | Hal 27

Pemain bertahan tim nasional Swiss, Michel Morganella, dipulangkan tim olimpiade Swiss karena mengunggah status rasisme di akun Twitter, Selasa (31/7). Morganella dinilai mencederai semangat olimpiade dengan menghina tim nasional dan rakyat Korea Selatan. | 1 Agustus 2012 | Hal 28